digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Merek-merek mewah akan sangat berbeda untuk lima tahun ke depan. Mereka mulai beralih dari mengejar pasar Amerika dan Eropa menjadi generasi milenial kaya di Asia. Asia menjadi wilayah tertinggi yang memberikan kontribusi pendapatan Dior pada tahun 2020 dengan 34% dan 8% untuk pasar Jepang saja. Angka-angka itu sangat tinggi dan kita dapat menyimpulkan bahwa daya beli pasar Asia untuk merek-merek mewah tinggi. Fenomena Korean wave membuat merek-merek mewah menggunakan artis untuk duta mereka, dan juga menggunakan penggemar fanatik untuk meningkatkan kesadaran merek mereka. Namun belum diuji apakah strategi tersebut berhasil untuk penetrasi pasar merek mewah dan meningkatkan niat beli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi niat beli merek mewah dengan menggunakan duta merek Korea dan untuk mengetahui pengaruh duta merek Korea untuk merek mewah terhadap niat beli di Indonesia. Dalam penelitian ini penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner survei dan menggunakan non-probability judgmental sampling sebagai sampling teknik dengan total 148 responden yang merupakan konsumen dari barang barang mewah, dan juga menggunakan PLS-SEM untuk menganalisis hasil survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan selebriti berpengaruh positif terhadap niat beli merek mewah melalui kepercayaan merek, kepemilikan psikologis merek, dan sikap merek.