digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Dara Ryanti
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

COVER Dara Ryanti
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Dara Ryanti
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Dara Ryanti
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Dara Ryanti
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Dara Ryanti
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Dara Ryanti
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Dara Ryanti
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) air tanah adalah semua air yang meresap dari permukaan tanah sampai ke lapisan batuan. Salah satu metode yang paling banyak dilakukan dalam eksplorasi air tanah adalah metode geolistrik. Dalam metode geolistrik terdapat beberapa konfigurasi elektroda yang sering digunakan, yaitu konfigurasi Wenner, konfigurasi Schlumberger, konfigurasi Dipole-dipole, konfigurasi Pole-pole, konfigurasi Pole-Dipole, dan Konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pada penelitian ini dilakukan pencarian sebaran air tanah dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner. Konfigurasi ini dipilih karena untuk mendapatkan persebaran potensi air tanah diperlukan teknik pengukuran secara horizontal. Penelitian ini dilakukan di Lapangan Teknik Sipil ITB sebanyak tiga kali pengukuran dengan tiga lintasan yang berbeda. Data yang didapatkan berupa data resistivitas semu batuan pada setiap kedalamannya. Kemudian data diolah dengan menggunakan program RES2DINV dan Surfer13. Sehingga didapatkan hasil berupa kontur permukaan bawah tanah. Berdasarkan gambar kontur permukaan bawah tanah didapatkan perbedaan warna yang menunjukkan perubahan resistivitas. Perubahan resistivitas ini menunjukkan distribusi lapisan bawah permukaan. Berdasarkan distribusi lapisan bawah permukaan didapatkan potensi air tanah di Lapangan Teknik Sipil ITB.