digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2022 TA PP SABRINA SALSABILA RAHMANDA 1.pdf ]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» ITB

Setiap seniman memiliki latar belakang permasalahan dan hal yang mempengaruhi diri mereka sendiri dalam berkarya, internal maupun eksternal. Perasaan takut menjadi salah satu bentuk stimulus seniman dalam berkarya. Charles Spielberger, seorang psikolog menuliskan dalam bukunya yang berjudul “Anxiety and Behavior” di tahun 1966 bahwa ketakutan adalah suatu kondisi emosional sementara pada diri seseorang yang ditandai dengan perasaan tegang dan kekhawatiran yang dihayati secara sadar serta bersifat subjektif. Ada berbagai bentuk ketakutan yang dialami penulis, namun bentuk ketakutan yang ingin dibahas penulis dalam karya ini adalah ketakutan terhadap badut. Secara umum, figur badut divisualisasikan sebagai bentuk yang jenaka dan menghibur. Namun, dalam sudut pandang penulis, badut adalah sosok yang menyeramkan. Penulis merasa takut ketika melihat figur badut yang sedang tersenyum lebar dengan riasan tebal di wajahnya. Walaupun sosok badut tersebut sedang membagikan permen dan balon, penulis tetap merasa takut dan menjauh dari badut. Ketakutan akan badut ini dialami oleh penulis selama masa kecilnya. Namun, semakin lama, ketakutan tersebut semakin memudar. Penulis ingin membuat suatu karya yang mengilustrasikan proses dari perasaan takut penulis terhadap badut, dimulai sejak ia merasa ketakutan melihat badut, hingga penulis berdamai dengan visual badut tersebut dalam bentuk karya seni. Dengan menggunakan medium linocut, penulis menggambarkan bagaimana awal penulis melihat figur badut yang terlihat menyeramkan, hingga berubah menjadi visual badut yang lebih ceria.