digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


2014 TA PP MUHAMMAD TAUFAN 1.pdf)u
Terbatas  Suharsiyah
» Gedung UPT Perpustakaan

Lapangan Minyak X merupakan lapangan yang dimiliki oleh salah satu perusahaan minyak dan gas di Indonesia yang beroperasi sebagai kontraktor Production Sharing Contract dengan pemerintah Indonesia. Lapangan Minyak X terdiri dari 14 anjungan produksi yang terdiri dari 63 sumur dan satu anjungan proses lepas pantai. Seluruh sumur tersebut berproduksi dengan menggunakan Electric Submersible Pump (ESP). Seiring dengan berjalannya proses produksi dan penurunan tekanan bawah sumur, gas yang terlarut dalam minyak akan terpisah menyebabkan peningkatan tekanan casing yang menimbulkan beberapa permasalahan diantaranya, fenomena bottlenecking akibat dari tekanan casing yang melebihi tekanan riser, menurunnya fluid level di sumur akibat tertekan oleh gas yang berada di annulus casing. Permasalahan menjadi semakin rumit ketika semua sumur dalam anjungan dijadikan satu sistem terintegrasi dalam satu area, terdapat beberapa anjungan yang mengalami penurunan produktifitas bahkan sumur tersebut mati. Paper ini bertujuan untuk menentukan tekanan operasi optimal sistem dan mengevaluasi peningkatan produktivitas melaui pengurangan tekanan sistem setelah instalasi booster pump. Metode evaluasi yang digunakan diantaranya pemodelan dan simulasi (matching) sumur yang hasilnya digunakan pada pemodelan dan simulasi jaringan pipa bawah laut menggunakan simulator komersial. Setelah mendapatkan kondisi matching pada simulator selanjutnya dilakukan beberapa skenario optimasi yang diantaranya penambahan booster pump. Hasil studi ini menunjukan adanya peningkatan produktifitas sebesar 50.8% dibandingkan dengan kondisi aktual.