digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Mikkel
PUBLIC Irwan Sofiyan

COVER Mikkel
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Mikkel
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Mikkel
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Mikkel
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Mikkel
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Mikkel
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Mikkel
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Indonesia, khususnya daerah Jawa Barat, adalah salah satu produsen daun teh hitam terbesar di dunia. Proses pengeringan daun teh hitam pada industri umumnya menggunakan bahan bakar diesel sebagai sumber energinya. Selain sebagai produsen daun teh hitam, Jawa Barat juga memiliki potensi panas bumi yang besar. Pada tugas sarjana ini, telah dibuat model sistem pemanfaatan panas bumi pada proses pengeringan daun teh hitam basah di Jawa Barat. Sistem pemanfaatan panas bumi dibuat berdasarkan skema PLTP Patuha Unit 1 dengan sumber energi panas dari brine yang telah dipisahkan fasa uap dan cairnya pada instalasi pemisah fasa. Proses pengeringan daun teh hitam menggunakan vibro-fluidized bed dryer sebagai alat pengeringan. Untuk meningkatkan temperatur udara sampai ke spesifikasi yang dibutuhkan proses pengeringan, dilakukan perhitungan spesifikasi penukar panas jenis double pipe, shell and tube, dan spiral plate. Juga dihitung besar pengurangan emisi karbon dari penggunaan sistem ini dan dibuat perbandingan ketiga spesifikasi penukar panas. Sistem pemanfaatan panas bumi pada proses pengeringan daun teh hitam basah di Jawa Barat ini dapat menghasilkan 154,86 ton daun teh hitam kering per tahun. Kebutuhan panas pengeringan yang dibutuhkan adalah sebesar 135,762 kW yang diakomodir oleh sebuah penukar panas yang jenisnya menyesuaikan luas area yang tersedia dan jenis fasa brine. Jenis penukar panas yang disarankan adalah shell and tube apabila fluida kerja yang digunakan dapat dijamin kebersihannya dan spiral plate apabila fluida kerja berfasa lumpur. Pada akhirnya, pemanfaatan langsung panas bumi dalam proses pengeringan daun teh hitam dapat mengurangi emisi karbon hingga 4,19 ton/hari.