BAB 1 Aldhia Muhammad Gardesi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Aldhia Muhammad Gardesi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Aldhia Muhammad Gardesi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Aldhia Muhammad Gardesi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Aldhia Muhammad Gardesi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Aldhia Muhammad Gardesi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Rencana pemindahan ibu kota negara ke Provinsi Kalimantan Timur mengharuskan
pemerintah menyesuaikan berbagai hal. Salah satu hal yang perlu disesuaikan
adalah transportasi udara. Transportasi udara harus disesuaikan karena akan ada
migrasi ASN pusat dari ibukota saat ini. Perpindahan penduduk tersebut akan
meningkatkan permintaan di bandara di ibukota baru. Saat ini bandara di sana
belum dapat menampung penumpang sebanyak bandara di ibukota saat ini. Oleh
karena itu, penelitian ini akan membahas metode dan proyeksi perpindahan
penumpang dari bandara di ibukota lama ke bandara di ibukota baru. Selain itu,
penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan kapasitas bandara ibukota baru.
Faktor yang berada dalam Suryani dkk. (2010) akan digunakan untuk mencapai
tujuan dengan beberapa penyesuaian. Data frekuensi penerbangan diperoleh
melalui kuesioner kepada penumpang pesawat. Data tersebut dapat digunakan
untuk menentukan proporsi perpindahan ASN ke ibukota baru dan menentukan
bandara yang akan dilayani bandara ibukota baru. Kapasitas bandara ibukota baru
dan jumlah penerbangan dari setiap bandara dapat ditentukan setelah nilai proporsi
perpindahan dan bandara yang akan dilayani ditentukan.
Terdapat dua skenario yang digunakan dalam menentukan kapasitas, yaitu apabila
ASN akan langsung berpindah ke ibukota baru dan ASN berpindah secara bertahap.
Berdasarkan hasil pengolahan data, nilai proporsi perpindahan ASN ke ibukota baru
sebesar 39,02% dan kapasitas yang diperlukan bandara ibukota baru adalah sebesar
21.851.000 penumpang per tahun untuk skenario ASN langsung berpindah ke
ibukota baru. Sedangkan skenario dengan penahapan pindah akan dijelaskan lebih
lanjut dalam penelitian ini. Selain itu, bandara yang akan dilayani adalah bandara
yang sering berhubungan dengan bandara ibukota.
Perpustakaan Digital ITB