digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

Sepablock merupakan salah satu produk diversifikasi non semen dari PT Semen Padang. Sistem produksi Sepablock dijalankan dengan memaksimalkan kapasitas mesin pada setiap shift, tanpa penyesuaian terhadap fluktuasi permintaan. Berdasarkan data historis, rata-rata produksi harian sebesar 2.080 unit, sedangkan rata-rata permintaan harian hanya sebesar 990 unit, sehingga terbentuk inventori harian dengan rata-rata 1.090 unit. Kondisi ini menunjukkan terjadinya overproduction akibat kebijakan operasional yang tidak selaras dengan kebutuhan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kebijakan operasional terhadap terjadinya overproduction serta menyusun kebijakan operasional yang lebih selaras dengan permintaan guna menurunkan tingkat overproduction. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah simulasi yang digunakan untuk memodelkan kondisi aktual sistem produksi dan menguji beberapa skenario alternatif dengan konfigurasi jumlah shift dan mesin. Evaluasi dilakukan berdasarkan indikator total produksi, tingkat persediaan, lost sales, utilisasi sumber daya, dan total biaya yang terdiri atas biaya simpan dan biaya kehilangan penjualan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa konfigurasi satu shift dan satu mesin menghasilkan produksi sebesar 376.000 unit dalam setahun dengan inventori akhir tahun sebesar 2.260 unit dan total biaya terendah sebesar Rp67.849.375,08, meskipun terdapat lost sales sebesar 11.934 unit namun menurunkan akumulasi persediaan dan total biaya secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa penyesuaian kebijakan operasional berbasis permintaan lebih efektif dalam menekan overproduction dibandingkan pendekatan berbasis kapasitas maksimum. Konfigurasi satu shift direkomendasikan sebagai kebijakan operasional yang paling efisien dalam menyeimbangkan produksi dan permintaan serta meminimalkan total biaya sistem.