digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Pradina Sofianti
PUBLIC Latifa Noor

COVER Pradina Sofianti
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Pradina Sofianti
PUBLIC Latifa Noor

BAB1 Pradina Sofianti
EMBARGO  2024-03-02 

BAB2 Pradina Sofianti
EMBARGO  2024-03-02 

BAB3 Pradina Sofianti
EMBARGO  2024-03-02 

BAB4 Pradina Sofianti
EMBARGO  2024-03-02 

Tingkat konsumsi energi dunia diperkirakan akan terus meningkat sementara persediaan sumber bahan baku energi fosil semakin menipis sehingga perlu mencari sumber energi terbarukan. Beberapa studi telah melaporkan bahwa mikroalga mempunyai kandungan lipid yang tinggi dan bisa menjadi sumber alternatif untuk produksi biodiesel. Salah satu mikroalga yang telah dilaporkan memiliki kandungan lipid yang tinggi adalah Nannochloropsis oceanica. Sebelumnya telah dilakukan penelitian tentang analisis kandungan RNA N. oceanica GSI untuk mengetahui ekspresi gen pada fase eksponensial dan stasioner. Untuk menunjukan adanya regulasi biosintesis lipid yang sesuai dengan ekspresi gennya maka perlu dilakukan pengecekan kandungan lipid. Penelitian ini untuk menganalisis kandungan lipid total dan komposisi asam lemak dari N. oceanica GSI pada fase eksponensial dan stasioner. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan melakukan kultivasi sel mikroalga terlebih dahulu yang kemudian dipanen pada fase eksponensial dan stasioner. Selanjutnya dilakukan isolasi lipid dari sel mikroalga. Lipid mikroalga kemudian dihidrolisis, dan asam lemak yang diperoleh dikonversi melalui reaksi transesterifikasi menjadi biodiesel dalam bentuk ester metil - asam lemak (FAME). Asam lemak dalam bentuk FAME dikarakterisasi dengan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan biomassa sel yang dipanen pada fase stasioner lebih banyak daripada fase eksponensial yaitu 1,9 kali untuk biomassa basah dan 2 kali untuk biomassa kering. Kadar lipid total per berat biomassa kering pada fase stasioner lebih tinggi daripada fase eksponensial dengan rasio sekitar 8:7 yaitu 81,27% dan 71,88%. Hidrolisis dan trasesterifikasi asam lemak telah dilakukan pada 37,2 mg lipid dari fase eksponensial dan diperoleh hasil 7 mL FAME.