Berlari merupakan salah satu olahraga yang paling mudah dilakukan dan tidak memerlukan kebutuhan khusus dalam kegiatannya. Analisis untuk gerakan berlari dapat digunakan untuk meningkatkan keefektifan berlari dan juga menghindari cedera saat berolahraga. Tim Riset Biomekanika FTMD ITB mengembangkan sistem analisis gerakan berlari dengan sistem optical motion capture tanpa penanda, karena penelitian analisis gerakan dengan sistem ini belum banyak dilakukan di Indonesia dan juga pengerjaannya lebih mudah dan sederhana dibandingkan dengan sistem optical motion capture yang menggunakan penanda.
Pengembangan sistem optical motion capture tanpa penanda dimulai dengan set-up eksperimen yang tahap ini terdiri dari pengaturan ruang dan peralatan, pemilihan subjek penelitian, dan proses pengambilan data. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan satu buah kamera dengan resolusi 1080p dengan kecepatan perekaman 120 frame per detik dengan subjek yang berlari di atas treadmill dengan atribut serba putih. Kamera diletakkan terhadap bidang sagital dari tubuh subjek. Setelah itu dilanjutkan dengan kalibrasi kamera dengan metode papan catur. Pengolahan data dengan sistem optical motion capture tanpa penanda terdiri dari segmentasi citra, pemodelan tubuh subjek, registrasi citra, dan tahap pasca proses.
Hasil yang didapat dari pengolahan sistem divalidasi dengan cara transformasi segmen secara manual yang kemudian akan dihitung nilai koefisien korelasinya. Tujuan akhir dari sistem ini adalah mendapatkan parameter spatio-temporal dan parameter kinematika dari perubahan rotasi segmen tubuh subjek. Jika sudah didapatkan hasil yang baik untuk parameter kinematikanya maka sistem dapat dikembangkan lagi untuk analisis parameter kinetika.
Perpustakaan Digital ITB