Cover_Fillahi Firqin Millati
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 1_Fillahi Firqin Millati
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 2_Fillahi Firqin Millati
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 3_Fillahi Firqin Millati
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 4_Fillahi Firqin Millati
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 5_Fillahi Firqin Millati
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 6_Fillahi Firqin Millati
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 7_Fillahi Firqin Millati
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Pustaka_Fillahi Firqin Millati
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Pletekan (Ruellia tuberosa L.) merupakan tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional.
Secara tradisional, tumbuhan pletekan digunakan untuk mengobati nyeri, penurun panas, penurun
kadar gula darah, menyembuhkan luka, serta untuk mengobati beberapa penyakit infeksi bakteri. Efek
farmakologi yang dihasilkan oleh daun pletekan berhubungan dengan metabolit sekunder yang
terkandung didalamnya. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, salah satu golongan metabolit
sekunder yang banyak ditemukan dalam daun pletekan ialah flavonoid. Flavonoid memiliki beberapa
aktivitas seperti antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri, sehingga penelitian ini bertujuan untuk
mengisolasi, mengkarakterisasi, dan mengidentifikasi senyawa flavonoid yang terkandung dalam daun
pletekan yang tumbuh di Kota Bandung serta mengulas kandungan flavonoid yang terdapat pada marga
Ruellia yang memerankan peran penting dalam menghasilkan aktivitas farmakologinya. Simplisia daun
pletekan diekstraksi dengan metode refluks menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol dipantau
dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan penampak bercak sitroborat. Ekstrak
kemudian difraksinasi dengan metode KLT preparatif dengan fase gerak etil asetat:asam asetat:asam
format:air (100:11:11:26) dan alat kromatotron menggunakan fase gerak n-heksana-etil asetatmetanol secara gradien. Fraksi yang dihasilkan kemudian dipantau dengan metode KLT. Selanjutnya
dilakukan pemisahan dan pemurnian terhadap fraksi menggunakan metode KLT preparatif. Setelah
dimurnikan, dilakukan uji kemurnian menggunakan metode KLT pengembangan tunggal dengan tiga
fase gerak yang berbeda dan KLT dua dimensi. Isolat yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi dan
diidentifikasi menggunakan spektrofotometer UV-sinar tampak. Berdasarkan penelitian-penelitian
sebelumnya, telah dilaporkan 29 senyawa flavonoid yang memerankan peran penting dalam
menghasilkan aktivitas farmakologi pada marga Ruellia.
Perpustakaan Digital ITB