digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Inflamasi merupakan mekanisme pertahanan tubuh ketika terdapat luka atau cedera pada jaringan, iritasi, dan infeksi. Mekanisme inflamasi dapat disimulasikan melalui proses denaturasi protein yang disebabkan oleh pemanasan. Daun gatal secara tradisional telah digunakan sebagai antinyeri dan antiradang. Pada penelitian ini, daun gatal di ekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol, selanjutnya dilakukan ekstraksi cair-cair dengan pelarut n-heksana dan etil asetat dan dipantau aktivitas antiinflamasinya menggunakan metode denaturasi protein BSA dengan pembanding natrium diklofenak. Fraksi dengan aktivitas terbaik dilanjutkan ke tahap subfraksinasi dengan metode kromatografi kolom klasik, lalu dilakukan pemurnian dengan KLT preparatif. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antiinflamasi, identifikasi serta karakterisasi isolat dengan metode spektrofotometri UV-Sinar Tampak, dan spektroskopi Infra Merah. Dari pengujian aktivitas antiinflamasi dengan metode denaturasi protein diperoleh data IC?? ekstrak etanol 70% daun gatal 82,09 ± 1,67 ?g/mL, fraksi air 83,53 ± 0,73 ?g/mL, dan subfraksi 4 76,62 ± 074 ?g/mL. Berdasarkan hasil karakterisasi dan identifikasi, senyawa aktif dari daun gatal diduga merupakan golongan asam fenolat dan kumarin dengan persen inhibisi berturut 52,930 ± 1,98 % dan 55,735 ± 1,31 % pada konsentrasi 100 ?g/mL.