ABSTRAK Dzakira Zharifa Khansa
Terbatas Irwan Sofiyan
» ITB
Terbatas Irwan Sofiyan
» ITB
PUSTAKA Dzakira Zharifa Khansa
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Dzakira Zharifa Khansa
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Dzakira Zharifa Khansa
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Dzakira Zharifa Khansa
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Dzakira Zharifa Khansa
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Dzakira Zharifa Khansa
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit endemik di
Indonesia yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk, khususnya nyamuk
spesies Aedes aegypti, yang sudah terinfeksi virus demam berdarah. Salah satu cara
untuk mengendalikan nyamuk sebagai vektor DBD yaitu menggunakan larvasida
temephos. Namun, penggunaan larvasida dalam skala panjang dapat menyebabkan
terjadinya resistensi pada larva sebagaimana telah dilaporkan pada banyak lokasi di
Indonesia. Walaupun demikian, penelitian terdahulu menentukan tingkat resistensi
terhadap temephos pada wilayah yang luas (kota) sehingga kurang memberikan
informasi pada level skala kecil (kelurahan) terutama pada daerah-daerah dengan
kepadatan penduduk tinggi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui status kerentanan larva Aedes aegypti terhadap larvasida temephos di
Kelurahan Sekejati, Kota Bandung. Pada penelitian ini, larva Aedes aegypti didapat dari
4 RW berbeda yang berasal dari Kelurahan Sekajati menggunakan ovitrap. Larva yang
digunakan untuk uji resistensi adalah larva instar 3 dan 4. Uji resistensi dilakukan
berdasarkan ketentuan WHO dengan 5 dosis temephos berbeda yaitu 0,2 ppm, 0,4 ppm,
0,6 ppm, 0,8 ppm dan 1 ppm. Mortalitas larva dihitung setelah 24 jam terpapar
temephos lalu dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan dihitung LC50 dari masingmasing
RW menggunakan probit analysis kemudian dihitung nilai resistance ratio (RR)
di setiap RW. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai RR bervariasi antara 0,26-2,67
di keempat RW. Kesimpulan dari penelitian ini adalah larva Aedes aegypti yang berasal
dari Kelurahan Sekejati, Kota Bandung, Jawa Barat secara umum masih rentan terhadap
temephos.
Perpustakaan Digital ITB