Penelitian ini membahas tentang manajemen kas PT XYZ yang bergerak di bidang manufaktur pipa
baja mekanikal struktural di Karawang, Jawa Barat, Indonesia. Setelah mengalami masalah dalam
manajemen modal kerja di tahun 2014, manajer keuangan PT XYZ secara responsif mengatur kembali
manajemen modal kerja PT XYZ. Hal ini membuat persediaan, akun piutang, serta akun hutang PT
XYZ terkelola dengan baik. Akan tetapi, di tahun 2016-2017, angka rasio lancar, rasio cepat, dank as
rasio PT XYZ berada jauh diatas rata-rata perusahaan di dalam industri yang sejenis. Hal ini
mengindikasikan bahwa PT XYZ belum menggunakan asset lancar atau kas nya secara efisien. Untuk
mengatasi masalah ini, peneliti memutuskan untuk menggunakan metode pengekatan dikarenakan
masih belum adanya penelitian yang membahas jumlah kas yang dibutuhkan perusahaan untuk
menjalankan bisnisnya. Metode pendekatan ini terdiri dari analisis benchmark menggunakan kas rasio
dan pro forma laporan keuangan PT XYZ, analisis rasio keuangan, dan analisis strategi pembiayaan
agar peneliti dapat mengetahui kas yang dibutuhkan oleh PT XYZ dampak dari implementasi
manajemen kas terhadap kinerja PT XYZ. Peneliti juga mengemukakan total biaya setiap strategi
pembiayaan untuk mengetahui strategi pembiayaan yang paling efisien yang dapat diaplikasikan oleh
PT XYZ. Dari analisis yang telah dilakukan, peneliti menemukan kebutuhan kas bulanan PT XYZ dan
hasilnya, implementasi manajemen kas akan meningkatkan angka return on assets dan total assets
turnover, namun menurunkan rasio likuiditas perusahaan. Strategi pembiayaan yang lebih baik
diimplementasikan oleh PT XYZ adalah Aggressive Strategy dikarenakan biaya nya lebih rendah
dibandingkan dengan Conservative Strategy. Akan tetapi, keputusan untuk memilih strategi
pembiayaan tergantung karakteristik risiko manajemen dan hubungan perbankannya.
Perpustakaan Digital ITB