digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini membahas tentang manajemen kas PT XYZ yang bergerak di bidang manufaktur pipa baja mekanikal struktural di Karawang, Jawa Barat, Indonesia. Setelah mengalami masalah dalam manajemen modal kerja di tahun 2014, manajer keuangan PT XYZ secara responsif mengatur kembali manajemen modal kerja PT XYZ. Hal ini membuat persediaan, akun piutang, serta akun hutang PT XYZ terkelola dengan baik. Akan tetapi, di tahun 2016-2017, angka rasio lancar, rasio cepat, dank as rasio PT XYZ berada jauh diatas rata-rata perusahaan di dalam industri yang sejenis. Hal ini mengindikasikan bahwa PT XYZ belum menggunakan asset lancar atau kas nya secara efisien. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti memutuskan untuk menggunakan metode pengekatan dikarenakan masih belum adanya penelitian yang membahas jumlah kas yang dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya. Metode pendekatan ini terdiri dari analisis benchmark menggunakan kas rasio dan pro forma laporan keuangan PT XYZ, analisis rasio keuangan, dan analisis strategi pembiayaan agar peneliti dapat mengetahui kas yang dibutuhkan oleh PT XYZ dampak dari implementasi manajemen kas terhadap kinerja PT XYZ. Peneliti juga mengemukakan total biaya setiap strategi pembiayaan untuk mengetahui strategi pembiayaan yang paling efisien yang dapat diaplikasikan oleh PT XYZ. Dari analisis yang telah dilakukan, peneliti menemukan kebutuhan kas bulanan PT XYZ dan hasilnya, implementasi manajemen kas akan meningkatkan angka return on assets dan total assets turnover, namun menurunkan rasio likuiditas perusahaan. Strategi pembiayaan yang lebih baik diimplementasikan oleh PT XYZ adalah Aggressive Strategy dikarenakan biaya nya lebih rendah dibandingkan dengan Conservative Strategy. Akan tetapi, keputusan untuk memilih strategi pembiayaan tergantung karakteristik risiko manajemen dan hubungan perbankannya.