digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Satria Nugraha
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Satria Nugraha
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Satria Nugraha
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Satria Nugraha
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Satria Nugraha
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan


Tugas sarjana ini bertujuan untuk melakukan optimisasi parameter sistem suspensi pasif pada kendaraan roda empat. Sistem suspensi ini memiliki sebuah pegas dan peredam dengan nilai konstanta redaman dan koefisien kekakuan pegas yang tetap sesuai dengan hasil analisis dan perhitungan. Pemanfaatan sistem suspensi pasif masih banyak digunakan pada sistem suspensi kendaraan. Pemasangan sistem suspensi pasif pada kendaraan roda empat memiliki biaya yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem suspensi lainnya. Sistem suspensi diharapkan bisa memberikan kenyamanan dan dapat memenuhi fungsi lainnya dengan baik pada saat kondisi kendaraan melaju pada kecepatan 30-150 km/jam. Perancangan sistem suspensi dilakukan dengan mengoptimasi nilai konstanta redaman dan koefisien kekakuan pegas yang dibutuhkan. Metoda optimasi yang digunakan ialah melalui perhitungan secara analitik dengan cara mencari nilai minimum dari fungsi objektif atau fungsi percepatan RMS arah vertikal pada body mobil. Kondisi batas yang harus dipenuhi dalam proses optimasi ialah Relative Dynamic Tyre Load, Rolling Angle, Suspension Working Space, dan Tyre Life sehingga sistem suspensi dapat bekerja secara optimum. Parameter yang diperoleh dari proses optimasi akan dianalisa kembali performanya melalui metoda analitik dan simulasi pada pemodelan. Dari hasil optimasi yang dilakukan nilai koefisien kekakuan pegas yang diperoleh sebesar 61291 N/m, sedangkan nilai konstanta redaman sebesar 2653 N/m/s. Parameter hasil optimasi akan memberikan performansi yang cukup baik untuk kendaraan sehingga cukup valid untuk digunakan. Terdapat perbedaan antara hasil simulasi dan perhitungan analitik pada penelitian ini. Perbedaan yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa parameter pada saat pemodelan. Percepatan RMS maksimum arah vertikal yang diterima oleh body mobil dari hasil simulasi memiliki nilai sebesar 1,98 m/s2, sedangkan percepatan RMS arah vertikal pada saat kendaraan melaju dengan kecepatan 70 km/jam ialah sebesar 1,616 m/s2. Secara keseluruhan hasil pada penelitian menunjukkan bahwa hasil optimasi yang dilakukan akan memberikan efek yang masih aman bagi kesehatan pengendara atau penumpang serta handling kendaraan masih dalam kondisi baik. Tingkat kenyamanan yang ditimbulkan tidak begitu baik.