digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Themy Salim
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 Themy Salim
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Themy Salim
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Themy Salim
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Themy Salim
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Themy Salim
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Kegiatan penambangan mineral dan batubara di Indonesia diatur oleh Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara No. 4 tahun 2009. Salah satu poin penting dalam UU Pertambangan yang baru adalah peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan pengolahan & pemurnian domestik. PT Silo adalah perusahaan tambang bijih besi yang bertransformasi menjadi entitas peleburan dengan cara membangun pabrik peleburan. Kegiatan peleburan dapat dianggap memiliki kompleksitas yang lebih tinggi daripada penambangan karena melibatkan lebih banyak jenis peralatan utama, jenis proses utama, temperatur tinggi, menangani lebih banyak jenis material, dan aspek lingkungan. Kompleksitas tersebut menyebabkan munculnya risiko baru yang perlu dikelola, terutama risiko operasional yang diklasifikasikan ke dalam kategori operasi, keselamatan kerja, dan lingkungan di PT Silo. Tujuan dari proyek akhir ini untuk melakukan penilaian risiko operasional dan menyusun rencana penanganan risiko untuk pabrik peleburan PT Silo. Referensi proses manajemen risiko yang digunakan dari ISO 31000 dan memakai metode kualitatif. Pengumpulan data dibagi menjadi data primer dari metode wawancara dengan 8 responden dari PT Silo dan data sekunder dari dokumen pendukung yang relevan. Konteks eksternal dibuat dari kerangka PESTEL dan model Lima Kekuatan, sedangkan konteks internal dikaji dengan kerangka kerja berbasis sumber daya dan analisis rantai nilai. Matriks SWOT dan analisis strategi kemudian dikembangkan dengan input dari konteks eksternal dan internal. Analisis risiko dilakukan dengan menetapkan rating konsekuensi, kemungkinan terjadi, dan deteksi pada setiap peristiwa risiko. Evaluasi risiko dilakukan dengan menghitung perkalian rating konsekuensi, kemungkinan terjadi, dan deteksi; dan mengklasifikasikan risiko berdasarkan skor pemeringkatan menjadi risiko ekstrim, tinggi, sedang, dan rendah. Terdapat total 121 risiko dalam operasi pabrik peleburan PT Silo yang telah diidentifikasi, dianalisis, dan dievaluasi. Risiko tersebut terdiri dari 65 risiko operasi, 45 risiko keselamatan kerja, dan 11 risiko lingkungan. Daftar penanganan risiko dibuat untuk mengatasi risiko dengan skor ekstrim dan tinggi. Terdapat 1 risiko ekstrim dan 7 risiko tinggi dalam kategori operasi, 1 risiko ekstrim dan 6 risiko tinggi dalam kategori keselamatan kerja, dan 5 risiko tinggi dalam kategori lingkungan. Penanganan risiko diklasifikasikan dalam hierarki pengendalian risiko yaitu eliminasi, substitusi, kontrol rekayasa, kontrol administratif, dan alat pelindung diri. Terdapat total 11 rencana tindakan yang dikembangkan untuk mitigasi risiko operasi, 9 rencana tindakan keselamatan kerja, dan 4 rencana tindakan lingkungan; dengan periode rencana implementasi dari Desember 2018 hingga April 2019. Hasil dari proyek akhir ini diharapkan memberi kontribusi kepada PT Silo untuk mengelola risiko operasional di pabrik peleburan; sehingga perusahaan dapat mengatasi kompleksitas operasi pabrik peleburan dan menghasilkan produk sesuai spesifikasi yang ditargetkan dengan cara yang aman dan ramah lingkungan.