digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kondisi iklim di perairan Indonesia di dominasi oleh perubahan dua aktifitas angin muson. Hujan deras yang terjadi berkaitan dengan angin muson baratdaya (NW) yang terjadi antara November hingga Maret (Austral summer). Sedangkan musim kemarau diakibatkan oleh adanya angin muson tenggara (NE) pada periode Mei hingga September (Austral winter). Foraminifera adalah mikrofauna yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, dan telah banyak digunakan sebagai proksi untuk paleoseanografi dan rekonstruksi iklim purba. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi lingkungan di lokasi penelitian sejak 32000 tahun yang lalu dengan menggunakan pendekatan foraminifera plangtonik dan bentonik. Berdasarkan pemodelan umur, sedimen bor SO184-10043 ini sudah diendapkan sejak 32064 th yang lalu, yang terdiri dari lempung berwarna abu-abu kecoklatan hingga kehitaman, dan mengandung foraminifera. Berdasarkan analisis cluster, daerah penelitian dibagi menjadi 4 biozona, dengan spesies-spesies yang dominan antara lain Bulimina, Bolivina, Uvigerina, dan Bolivinita quadrilatera, sedangkan dari jenis plankton didominasi oleh Globigerinoides ruber, Neogloboquadrina dutertrei, Globigerina bulloides, dan Pulleniatina obliqueloculata. Lingkungan batimetri adalah bathyal, dengan nilai persentase PB ratio rata-rata 90% dan indeks diversitas rata-rata > 3. Pada saat glasial intensitas muson tenggara (SE monsoon) lebih tinggi yang dicirikan oleh menipisnya mixed layer, suhu cenderung lebih dingin, produktifitas lebih tinggi, dan termoklin lebih dangkal. Sebaliknya pada interglasial intensitas muson barat lebih tinggi yang dicirikan oleh temperatur lebih hangat, produktifitas lebih rendah, termoklin lebih dalam, mixed layer lebih tebal, serta salinitas berkurang. Persentase Globigerina bulloides digunakan sebagai proxy untuk upwelling musim dingin dan intensitas musim hujan, menunjukkan upwelling di Jawa berkaitan dengan periode mosun Indonesia-Australia, melemah selama Glasiasi maksimum (LGM) dan deglasiasi akhir, dan tercatat paling kuat pada Holosen tengah Perubahan iklim yang dapat dikenali yaitu perubahan glasial – interglasial, perubahan intensitas termohalin, perubahan muson, upwelling, HE3, Mid Holocene Maximum, PME, dan melambatnya muka air laut pada post glasial.