digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini mengkaji dampak dari kebijakan kredit hijau (Green Credit Policies) terhadap kinerja keuangan (Financial Performance) yang berperan sebagai variable moderasi. Studi ini menggunakan kerangka teori pemangku kepentingan (Stakeholder Theory) dan teori legitimasi untuk menganalisis sejauh mana inisiatif kredit hijau berpengaruh terhadap indicator utama kinerja keuangan seperti Return on Equity (ROE), Earning per Share (EPS), dan Tobin’s Q. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup 34 bank yang ada di Inonesia selama periode 2020 sampai 2024. Dengan memanfaatkan data tersebut, peneliti menerapkan model regresi untuk menguji hubungan antar variabel. Hipotesis yang diajukan berkaitan dengan pengaruh positif dari CCP yang mencerminkan transparansi dalam operasional bank, yang pada akhirnya memperkuat ketahanan finansial dan keberlanjutan jangka panjang. Untuk memastikan validitas hasil dan menghindari bias kausalitas terbalik maupun endogenitas, penelitian ini juga melakukan uji robustitas. Hal ini menjadi penting karena penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur keuangan berkelanjutan dengan menyajikan bukti empiris mengenai manfaat finansial dari penerapan GCP. Temuan dari studi ini diharapkan memberikan implikasi kebijakan yang substansial, khususnya dalam mendorong kerangka regulasi yang mendukung transparansi dalam keuangan hijau. Bagi institusi perbankan, hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya keunggulan kompetitif yang diperoleh melalui integrasi aspek keberlanjutan dalam strategi Perusahaan yang berdampak pada peningkatan valuasi pasar dan profitabilitas