Abstrak. Penggunaan ponsel pintar dengan layar sentuh semakin umum digunakan
pada kehidupan sehari-hari. Ponsel pintar layar sentuh ini juga dipakai oleh
penyandang disabilitas, tidak terkecuali pengguna yang mempunyai keterbatasan
penglihatan. Pada penelitian ini penyandang tunanetra yang dimaksud adalah
tunanetra dengan klasifikasi buta total. Evaluasi usability dilakukan pada 3 subaplikasi
dari GO-JEK (GO-RIDE, GO-FOOD, dan GO-SEND) serta 3 sub-aplikasi
dari Grab (GrabBike, GrabFood, GrabCourier). Enam aplikasi tersebut dipilih
berdasarkan pra-survei prioritas aplikasi bagi tunanetra. Evaluasi ini dilakukan
untuk mengukur tingkat usability enam sub-aplikasi dan menemukan elemen
antarmuka yang menyulitkan pengguna tunanetra. Penelitian ini menggunakan
pengujian usability dengan pendekatan explanatory sequential design research;
data kuantitatif berupa waktu, jumlah error, skor kuesioner Single Ease Question
(SEQ), dan kuesioner System Usability Scale (SUS) akan digunakan untuk
mengevaluasi tingkat usability aplikasi, sementara data finger mapping dan
komentar partisipan digunakan untuk menemukan permasalahan yang lebih
spesifik pada desain maupun mencari pola pengguna. Task utama dari penelitian ini
adalah melakukan pemesanan sesuai dengan sub-aplikasi yang sedang dievaluasi.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan hanya sub-aplikasi GO-RIDE yang
mempunyai tingkat usability yang baik, dan lima sub-aplikasi lainnya masuk ke
dalam kategori buruk. Elemen visual yang membuat tingkat usability menurun
adalah touch target yang berukuran terlalu kecil dan terlalu banyak dalam satu
laman, elemen visual yang terpencar, dan gestur operasional Android yang belum
dikuasai. Untuk meningkatkan usability sebuah aplikasi dapat dilakukan dengan
perbaikan layout maupun dengan perubahan cara navigasi pengguna tunanetra.
Perpustakaan Digital ITB