digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak. Penggunaan ponsel pintar dengan layar sentuh semakin umum digunakan pada kehidupan sehari-hari. Ponsel pintar layar sentuh ini juga dipakai oleh penyandang disabilitas, tidak terkecuali pengguna yang mempunyai keterbatasan penglihatan. Pada penelitian ini penyandang tunanetra yang dimaksud adalah tunanetra dengan klasifikasi buta total. Evaluasi usability dilakukan pada 3 subaplikasi dari GO-JEK (GO-RIDE, GO-FOOD, dan GO-SEND) serta 3 sub-aplikasi dari Grab (GrabBike, GrabFood, GrabCourier). Enam aplikasi tersebut dipilih berdasarkan pra-survei prioritas aplikasi bagi tunanetra. Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur tingkat usability enam sub-aplikasi dan menemukan elemen antarmuka yang menyulitkan pengguna tunanetra. Penelitian ini menggunakan pengujian usability dengan pendekatan explanatory sequential design research; data kuantitatif berupa waktu, jumlah error, skor kuesioner Single Ease Question (SEQ), dan kuesioner System Usability Scale (SUS) akan digunakan untuk mengevaluasi tingkat usability aplikasi, sementara data finger mapping dan komentar partisipan digunakan untuk menemukan permasalahan yang lebih spesifik pada desain maupun mencari pola pengguna. Task utama dari penelitian ini adalah melakukan pemesanan sesuai dengan sub-aplikasi yang sedang dievaluasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan hanya sub-aplikasi GO-RIDE yang mempunyai tingkat usability yang baik, dan lima sub-aplikasi lainnya masuk ke dalam kategori buruk. Elemen visual yang membuat tingkat usability menurun adalah touch target yang berukuran terlalu kecil dan terlalu banyak dalam satu laman, elemen visual yang terpencar, dan gestur operasional Android yang belum dikuasai. Untuk meningkatkan usability sebuah aplikasi dapat dilakukan dengan perbaikan layout maupun dengan perubahan cara navigasi pengguna tunanetra.