Tugas akhir ini membahas tentang model matematika dari olah raga lompat tinggi, khususnya membandingkan tiga teknik lompatannya. Teknik yang dibandingkan adalah teknik Scissor Jump, teknik Straddle Jump, dan teknik Fosbury Flop. Secara umum model yang digunakan adalah model persamaan gerak peluru. Selain itu untuk mendapatkan perbandingan dari 3 teknik lompatan digunakan pula konsep posisi pusat massa. Konsep pusat massa membantu untuk menemukan posisi pusat massa atlit ketika melakukan teknik tolakan dan teknik lompatan tertentu.
Pada tugas akhir ini juga terdapat simulasi dari gerakan lompat tinggi. Dengan menggunakan model yang telah dijelaskan dapat diketahui kecepatan awal dan sudut tolakan ketika atlit melompat. Sehingga apabila atlit menargetkan untuk melakukan lompatan dengan ketinggian tertentu, atlit dapat mengetahui sudut lompatan dan kecepatan awal yang harus diberikannya.
Berdasarkan hasil perhitungan, perbandingan, dan analisis yang dilakukan oleh penulis berdasarkan model yang telah dibuat, diketahui bahwa teknik Fosbury Flop dengan kelengkungan tubuh lebih dari 16.73° merupakan teknik terbaik dibandingkan dua teknik lainnya. Selain penggunaan teknik lompatan yang berbeda, ketinggian lompatan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, diantaranya teknik tolakan dan tinggi badan atlit.
Perpustakaan Digital ITB