Daerah penelitian berlokasi di daerah Blok Sori Nteko, Kecamatan Hu’u,
Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat pada koordinat UTM 659000mE-
661500mE dan 9025750mN-9021750mN (berdasarkan proyeksi UTM 50S WGS 84)
yang merupakan kawasan eksplorasi PT Vale Eksplorasi Indonesia. Pemetaan
geologi dilakukan dengan luas 10 km2 dan skala peta 1:12.500. Metode yang
dilakukan meliputi pengambilan data lapangan, didukung analisis laboratorium dan
studio untuk menghasilkan peta geologi, peta geomorfologi, dan peta alterasi guna
mengetahui sistem endapan di daerah penelitian serta pola penyebaran unsur logam
dalam kepentingan eksplorasi lebih lanjut.
Tatatan tektonik daerah penelitian merupakan bagian busur vulkanik dari
pada sistem Busur Sunda-Banda. Keberadaan indikasi intrusi dan alterasi hidrotermal
serta mineralisasi daerah penelitian diprediksi dari kemenerusan orientasi
mineralisasi sepanjang busur vulkanik Sumbawa bagian selatan menerus dari Batu
Hijau, Elang-Dodo, Rinti, dan diharapkan ditemukan indikasi mineralisasi di wilayah
Hu’u.
Satuan geomorfologi daerah penelitian terdiri Satuan Perbukitan Vulkanik
dengan tahap geomorfik daerah penelitian adalah dewasa. Pola aliran sungai berupa
radial dan sub-dendritik. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi tiga satuan tidak
resmi, dari tua ke muda, yaitu Satuan Tuf, Satuan Breksi Piroklastik-Lava Andesit
(Miosen Awal-Miosen Tengah), dan Satuan Intrusi Dasit (Miosen Tengah-Miosen
Akhir). Struktur geologi yang ditemukan di daerah penelitian terdiri dari 2 (dua)
struktur sesar mendatar menganan yang berarah baratlaut-tenggara yakni Sesar Nteko
dan Sesar Wadubura, serta 1 (satu) struktur sesar mendatar mengiri berarah
timurlaut-baratdaya yakni Sesar Saridi. Orientasi dan arah pergerakan sesar-sesar
mendatar ini bersesuaian dengan tegasan utara-selatan akibat subduksi Lempeng
Indo-Australia.
Zona alterasi hidrotermal daerah penelitian terdiri dari 5 (lima) zona alterasi
yaitu: Zona Aktinolit-Klorit-Kalsit-Epidot±Prehnit (Propilitik), Zona Pirofilit-Dikit
(Argilik Lanjut), Zona Tridimit-Alunit-Kuarsa (Argilik Lanjut), Zona Monmorilonit-
Kaolinit (Argilik), dan Zona Klorit-Zeolit (Sub-propilitik) dengan temperatur
pembentukan mineral berkisar antara 100O-320OC. Analisis geokimia menunjukkan
asosiasi unsur tembaga (Cu), molibdenum (Mo) dan arsenik (As) berasosiasi
berdasarkan Metode Pearson, anomali tinggi dikontrol oleh Zona Alterasi Aktinolit-
Klorit-Kalsit-Epidot±Prehnit (Propilitik) dan keberadaan struktur Sesar Saridi
berarah timurlaut-baratdaya. Keberadaan anomali asosiasi Cu-Mo menunjukkan
adanya indikasi porfiri di bawah permukaan daerah penelitian. Berdasarkan studi
alterasi permukaan dan geokimia, daerah penelitian terindikasi epitermal sulfida
tinggi berkaitan porfiri atau merupakan bagian atas (lithocap) dari suatu sistem
porfiri.
Perpustakaan Digital ITB