digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Daerah penelitian berlokasi di daerah Blok Sori Nteko, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat pada koordinat UTM 659000mE- 661500mE dan 9025750mN-9021750mN (berdasarkan proyeksi UTM 50S WGS 84) yang merupakan kawasan eksplorasi PT Vale Eksplorasi Indonesia. Pemetaan geologi dilakukan dengan luas 10 km2 dan skala peta 1:12.500. Metode yang dilakukan meliputi pengambilan data lapangan, didukung analisis laboratorium dan studio untuk menghasilkan peta geologi, peta geomorfologi, dan peta alterasi guna mengetahui sistem endapan di daerah penelitian serta pola penyebaran unsur logam dalam kepentingan eksplorasi lebih lanjut. Tatatan tektonik daerah penelitian merupakan bagian busur vulkanik dari pada sistem Busur Sunda-Banda. Keberadaan indikasi intrusi dan alterasi hidrotermal serta mineralisasi daerah penelitian diprediksi dari kemenerusan orientasi mineralisasi sepanjang busur vulkanik Sumbawa bagian selatan menerus dari Batu Hijau, Elang-Dodo, Rinti, dan diharapkan ditemukan indikasi mineralisasi di wilayah Hu’u. Satuan geomorfologi daerah penelitian terdiri Satuan Perbukitan Vulkanik dengan tahap geomorfik daerah penelitian adalah dewasa. Pola aliran sungai berupa radial dan sub-dendritik. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi tiga satuan tidak resmi, dari tua ke muda, yaitu Satuan Tuf, Satuan Breksi Piroklastik-Lava Andesit (Miosen Awal-Miosen Tengah), dan Satuan Intrusi Dasit (Miosen Tengah-Miosen Akhir). Struktur geologi yang ditemukan di daerah penelitian terdiri dari 2 (dua) struktur sesar mendatar menganan yang berarah baratlaut-tenggara yakni Sesar Nteko dan Sesar Wadubura, serta 1 (satu) struktur sesar mendatar mengiri berarah timurlaut-baratdaya yakni Sesar Saridi. Orientasi dan arah pergerakan sesar-sesar mendatar ini bersesuaian dengan tegasan utara-selatan akibat subduksi Lempeng Indo-Australia. Zona alterasi hidrotermal daerah penelitian terdiri dari 5 (lima) zona alterasi yaitu: Zona Aktinolit-Klorit-Kalsit-Epidot±Prehnit (Propilitik), Zona Pirofilit-Dikit (Argilik Lanjut), Zona Tridimit-Alunit-Kuarsa (Argilik Lanjut), Zona Monmorilonit- Kaolinit (Argilik), dan Zona Klorit-Zeolit (Sub-propilitik) dengan temperatur pembentukan mineral berkisar antara 100O-320OC. Analisis geokimia menunjukkan asosiasi unsur tembaga (Cu), molibdenum (Mo) dan arsenik (As) berasosiasi berdasarkan Metode Pearson, anomali tinggi dikontrol oleh Zona Alterasi Aktinolit- Klorit-Kalsit-Epidot±Prehnit (Propilitik) dan keberadaan struktur Sesar Saridi berarah timurlaut-baratdaya. Keberadaan anomali asosiasi Cu-Mo menunjukkan adanya indikasi porfiri di bawah permukaan daerah penelitian. Berdasarkan studi alterasi permukaan dan geokimia, daerah penelitian terindikasi epitermal sulfida tinggi berkaitan porfiri atau merupakan bagian atas (lithocap) dari suatu sistem porfiri.