digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2009 TA PP WINA FITRIAH 1-COVER.pdf

File tidak tersedia

2009 TA PP WINA FITRIAH 1-BAB 1.pdf
File tidak tersedia

2009 TA PP WINA FITRIAH 1-BAB 2.pdf
File tidak tersedia

2009 TA PP WINA FITRIAH 1-BAB 3.pdf
File tidak tersedia

2009 TA PP WINA FITRIAH 1-BAB 4.pdf
File tidak tersedia

2009 TA PP WINA FITRIAH 1-BAB 5.pdf
File tidak tersedia

2009 TA PP WINA FITRIAH 1-PUSTAKA.pdf
File tidak tersedia

Hidrat gas (gas hydrate) tidak sengaja ditemukan ketika terjadi penyumbatan pipa penyaluran gas alam. Penyebab penyumbatan adalah material padat menyerupai es yang kemudian dikenal sebagai hidrat gas. Hidrat terbentuk dari proses perangkapan molekul gas oleh molekul air pada suhu rendah dan tekanan tinggi. Gas yang paling sering dijumpai pada hidrat alam adalah metana. Metana sendiri merupakan gas yang mudah terbakar, sehingga hidrat dapat dijadikan sumber bahan bakar alternatif baru karena mengandung metana. Namun ada masalah untuk mengeksplotasi hidrat karena hidrat sangat sensitif terhadap perubahan tekanan dan suhu. Oleh karena itu diperlukan percobaan untuk mengukur dan menyelidiki sifat-sifat hidrat.Ada tiga sifat yang sangat mewakili sifat hidrat, yaitu kesetimbangan fasa, sifat kinetik dan sifat termal. Ketiga sifat tersebut memiliki metode pengukuran yang berbeda, meskipun ada beberapa prinsip dasar yang sama. Selanjutnya, berdasarkan pengkajian dan pembahasan mengenai metode pengukuran ketiga sifat tersebut dapat diketahui bahwa ketiganya memberikan informasi yang lengkap dan akurat mengenai hidrat, mulai dari proses pembentukan hingga proses penguraiannya beserta faktor-faktor yang mempengaruhi kedua proses.