digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Telah dilakukan penelitian mengenai morfologi perkecambahan biji rotan getah (Daemonorops,melanochaete Blume) untuk mengetahui secara terperinci tahapan perkembangan kecambah rotan getah dari segi morfologi dan anatomi. Biji dihilangkan sarkotestanya,lalu direndam dalam air suling selama 12 jam, dan kemudian diletakkan di atas kertas saring lembab di dalam cawan petri sampai perkecambahan terjadi. Perkecambahan terjadi setelah 10 hari disimpan dalam cawan petri. Kecambah yang telah mencapai rase daun kedua, kemudian ditanam pada tanah kebun bercampur pasir dan pertumbuhannya diamati sampai fase daun ke 3. Setiap biji menghasilkan 1 - 7 embrio, tetapi hanya 4 kecambah yang dapat tumbuh lebih lanjut. Embrio dan beberapa bagian kecambah difiksasi dalam CRAF III atau FAA, didehidrasi dengan sari tersier butil alkohol, diinfiltrasi dan ditanam dalam parafin. Bahan disayat dengan ketebalan 8-10~um dengan mikrotom putar, dan diwarnai dengan haematoxylin. Embrio rotan getah terdiri dari plumula dan radikula yang sumbunya membentuk sudut di bagian tengah dan dikelilingi oleh kotiledon tunggal. Awal perkecambahan dimulai dengan adanya proliferasi sel bagian proksimal kotiledon yang mendorong dan merobek kulit biji yang menjadi tutup pori germinasi, sehingga terbentuk struktur seperti kancing di permukaan kulit biji. Plumula dan radikula terdorong keluar karena pemanjangan dan pembelahan sel parenkim bagian distal kotiledon embrio. Jaringan embrio di daerah ujung plumula mengalami pembelahan, sehingga terbentuk pucuk berbentuk kerucut di bagian lateral embrio yang ada di luar biji. Dari bagian tengah bagian embrio di luar biji kemudian terbentuk akar primer yang ujungnya tak mempunyai bulu akar. Daun pertama kemudian muncul dari pucuk berbentuk kerucut. Akar adventif dibentuk pada pangkal batang. Bagian distalerrbrio tetap berada di dalam biji, dan tumbuh membesar membentuk haustorium sementara endosperm berkurang dan akhirnya habis setelah kecambah mencapai fase daun kedua yang telah mekar penuh. Pertambahan volume haustorium melibatkan pembelanan dan pertumbuhan sel serta membentuk ruang-ruang antar sal. Jaringan pembuluh haustorium menjadi dewasa bersamaan dengan perkembangan plumula dan radikula. Pada waktu biji belum berkecambah, pada sel kotiledon bagian distal banyak terdapat protein,tetapi pati baru terdapat setelah perkecambahan terjadi.