Studi mengenai kualitas udara ambien, khususnya terkait pencemar sulfur dioksida
(SO?), penting dilakukan karena SO? merupakan salah satu polutan utama yang
berdampak negatif terhadap kesehatan manusia, ekosistem, dan lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi sulfur dioksida (SO?) di
udara ambien Kampus ITB Jatinangor melalui metode passive sampling
menggunakan Palmes diffusion tube. Sampel diambil pada 21 titik selama empat
minggu (April–Mei 2025) dan dianalisis dengan Ion Chromatography, sedangkan
distribusi spasial dipetakan dengan interpolasi IDW pada perangkat lunak ArcGIS.
Hasil penelitian menunjukkan variasi temporal konsentrasi SO? mingguan dengan
nilai rata-rata 124,75 µg/m³ (minggu 1), 110,39 µg/m³ (minggu 2), 116,11 µg/m³
(minggu 3), dan 143,10 µg/m³ (minggu 4). Secara spasial, konsentrasi tinggi
ditemukan di area parkir, jalan utama, dan gedung dengan aktivitas operasional
tinggi, sedangkan konsentrasi rendah berada di ruang terbuka hijau dan area
berhutan. Presisi pengukuran passive sampler berada pada kisaran 66–70% dengan
RSD 30–34%, yang masih dapat diterima untuk pemantauan lapangan. Berdasarkan
hasil ini, terdapat potensi sumber pencemar SO2 seperti penggunaan generator set
(genset), emisi dari kendaraan bermotor, kontribusi bakteri pereduksi sulfat pada
danau, dan sumber alami dan sekunder. Kemudian, rekomendasi kebijakan yang
dapat dipertimbangkan oleh pihak ITB Jatinangor meliputi pengurangan kendaraan
bermotor di area kampus, pengembangan transportasi internal ramah lingkungan,
penambahan vegetasi penyerap polutan di area hotspot, pemeliharaan genset
dengan bahan bakar rendah sulfur, serta pemanfaatan energi terbarukan. Penelitian
ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan kebijakan pengelolaan kualitas
udara di lingkungan Kampus ITB Jatinangor.
Perpustakaan Digital ITB