digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Studi mengenai kualitas udara ambien, khususnya terkait pencemar sulfur dioksida (SO?), penting dilakukan karena SO? merupakan salah satu polutan utama yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia, ekosistem, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi sulfur dioksida (SO?) di udara ambien Kampus ITB Jatinangor melalui metode passive sampling menggunakan Palmes diffusion tube. Sampel diambil pada 21 titik selama empat minggu (April–Mei 2025) dan dianalisis dengan Ion Chromatography, sedangkan distribusi spasial dipetakan dengan interpolasi IDW pada perangkat lunak ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan variasi temporal konsentrasi SO? mingguan dengan nilai rata-rata 124,75 µg/m³ (minggu 1), 110,39 µg/m³ (minggu 2), 116,11 µg/m³ (minggu 3), dan 143,10 µg/m³ (minggu 4). Secara spasial, konsentrasi tinggi ditemukan di area parkir, jalan utama, dan gedung dengan aktivitas operasional tinggi, sedangkan konsentrasi rendah berada di ruang terbuka hijau dan area berhutan. Presisi pengukuran passive sampler berada pada kisaran 66–70% dengan RSD 30–34%, yang masih dapat diterima untuk pemantauan lapangan. Berdasarkan hasil ini, terdapat potensi sumber pencemar SO2 seperti penggunaan generator set (genset), emisi dari kendaraan bermotor, kontribusi bakteri pereduksi sulfat pada danau, dan sumber alami dan sekunder. Kemudian, rekomendasi kebijakan yang dapat dipertimbangkan oleh pihak ITB Jatinangor meliputi pengurangan kendaraan bermotor di area kampus, pengembangan transportasi internal ramah lingkungan, penambahan vegetasi penyerap polutan di area hotspot, pemeliharaan genset dengan bahan bakar rendah sulfur, serta pemanfaatan energi terbarukan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan kebijakan pengelolaan kualitas udara di lingkungan Kampus ITB Jatinangor.