Article Details

KAJIAN PUSTAKA BOTANI, KEGUNAAN TRADISIONAL, KANDUNGAN KIMIA, AKTIVITAS FARMAKOLOGI TUMBUHAN KAEMPFERIA ROTUNDA L., KAEMPFERIA ANGUSTIFOLIA ROSC., KAEMPFERIA PANDURATA ROXB., DAN KAEMPFERIA PARVIFLORA WALL. EX. BAKER

Oleh   Emmanuela Stefany Sugiarto [10718032]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Asep Gana Suganda. ; Dr. apt. Defri Rizaldy, S.Farm., M.Si.
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SF - Sains dan Teknologi Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : Kaempferia, aspek botani, kegunaan tradisional, kandungan kimia, aktivitas farmakologi
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 24 Jun 2022

Studi literatur ini difokuskan pada marga Kaempferia suku Zingiberaceae, secara spesifik jenis Kaempferia rotunda L. (temu rapet), Kaempferia angustifolia Rosc. (kunci pepet), Kaempferia pandurata Roxb. (temu kunci), dan Kaempferia parviflora Wall. Ex. Baker (jahe hitam). Penulisan studi literatur bertujuan menghasilkan informasi komprehensif marga Kaempferia dan peninjauan hubungan kegunaan tradisional dengan aktivitas farmakologi. Jurnal dicari melalui mesin pencari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci sesuai nama masing-masing jenis marga Kaempferia yang ditinjau. Terdapat beberapa kriteria inklusi yang digunakan untuk skrining jurnal, diantaranya: tahun terbit 2010-2022 (per Bulan Maret), jurnal nasional dan internasional berbahasa Inggris, terindeks SCOPUS dengan kuartil satu hingga empat, serta memiliki DOI (Digital Object Identifier). Keempat tumbuhan tersebut memiliki beberapa kesamaan terkait aspek botani: bentuk rimpang memanjang dan beraroma khas, fitur daun berwarna hijau segar, berbentuk oval, pertulangan daun pinatus, serta bentuk bunga zigomorfik. Golongan senyawa kimia utama keempat tumbuhan tersebut meliputi flavonoid, kalkon, dan minyak atsiri, dengan senyawa identitas marga Kaempferia adalah Pinostrobin. Aktivitas farmakologi yang sama-sama ditunjukkan keempat tumbuhan tersebut adalah anti-tumor, namun secara empiris tumbuhan marga Kaempferia banyak digunakan untuk menyembuhkan penyakit saluran pencernaan. Apabila ditinjau lebih dalam, terdapat benang merah antara kegunaan tradisional dan aktivitas farmakologi tumbuhan temu rapet, temu kunci, dan jahe hitam. Sementara itu, belum ditemukan benang merah antara keduanya untuk tumbuhan kunci pepet. Maka dari itu, perlu dilakukan peninjauan lebih lanjut untuk mengidentifikasi hubungan kegunaan tradisional kunci pepet dengan aktivitas farmakologinya. Diperlukan juga observasi lebih lanjut beberapa aktivitas farmakologi tumbuhan lain dalam menjamin efeknya atau dilanjutkan ke uji klinis.