digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Nazra Anandu
PUBLIC Alice Diniarti

Pada tesis ini dilakukan penelitian tentang karakteristik batu kapur terhadap arus DC, AC, dan impuls dengan tingkat kelembapan dan kandungan kimia yang berbeda-beda. Hasil yang didapatkan adalah pada pengujian DC, semakin tinggi kelembapan dan kandungan kimia, resistivitas yang didapatkan turun. Berdasarkan seluruh pengujian DC, penambahan NaCl (134,39 ?m) dapat menghasilkan resistivitas paling rendah. Lalu secara berturut-turut penambahan NaOH (284,70 ?m), HCl (410,88 ?m), dan kelembapan (6250,02 ?m) menghasilkan nilai resistivitas rata-rata yang semakin meningkat. Hal ini terjadi karena peningkatan kelembapan dapat menurunkan resistivitas dan peningkatan kandungan kimia dapat meningkatkan konduktivitas pada batu kapur. Pada pengujian AC, semakin tinggi kelembapan dan kandungan kimia untuk tiap variasi maka resistivitas rata-rata AC semakin rendah. Secara umum, NaCl (5395,80 ?m) memberikan resistivitas paling rendah. Lalu secara berturut-turut penambahan NaOH (5456,09 ?m), HCl (5547,46 ?m), dan kelembapan (7255,80 ?m) menghasilkan nilai resistivitas rata-rata yang semakin meningkat. Tren resistivitas terhadap log f untuk variasi kelembapan memiliki karakteristik yang berbeda dengan variasi lainnya. Sudut fasa variasi kandungan kimia pada saat frekuensi ditingkatkan cenderung menuju negatif yang berarti menjadi lebih induktif sedangkan variasi kelembapan menuju positif yang berarti menjadi lebih kapasitif. Sementara itu, pada pengujian impuls, resistivitas rata-rata batu kapur paling rendah saat diaplikasikan NaCl (1,61 ?m). Kemudian secara berurutan penambahan HCl (2,05 ?m), kelembapan (2,19 ?m), dan NaOH (2,51 ?m) menghasilkan nilai resistivitas rata-rata yang meningkat. Semakin konduktif batu kapur maka semakin besar tegangan breakdown yang dihasilkan kecuali pada variasi kelembapan. Hal ini terjadi karena daerah ionisasi batu kapur semakin mengecil ketika ditambahkan kandungan kimia. Kelembapan memberikan tegangan breakdown terendah dengan nilai U50 sebesar 2,82 kV, NaCl memberikan tegangan breakdown terendah kedua dengan nilai U50 sebesar 2,9 kV, NaOH memberikan tegangan tembus tertinggi kedua dengan nilai U50 sebesar 3 kV dan HCl memberikan tegangan tembus tertinggi tegangan dengan nilai U50 sebesar 3,31 kV.