Article Details

PERANCANGAN FONDASI RAKIT DENGAN TIANG SEBAGAI SETTLEMENT REDUCER PADA GEDUNG KANTOR DI JAKARTA SELATAN

Oleh   Edward Widjaja [15018150]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Endra Susila, S.T., M.T., Ph.D.;Dr.Eng. Hasbullah Nawir, S.T., M.T.;Ir. Erza Rismantojo, MSCE, Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Teknik Sipil
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek :
Kata Kunci : fondasi tiang-rakit, daya dukung, penurunan total, beda penurunan, biaya pekerjaan beton dan baja
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 23 Jun 2022

Fondasi merupakan salah satu elemen terpenting dalam perancangan gedung karena berfungsi untuk menyalurkan gaya dalam yang terjadi pada elemen struktur ke tanah. Salah satu fondasi yang umum digunakan adalah fondasi tiang-rakit dengan tiang sebagai settlement reducer, baik untuk penurunan total maupun beda penurunan sehingga sesuai kriteria pada SNI 8460:2017. Tugas akhir ini diarahkan untuk merancang fondasi tiang-rakit yang mampu memenuhi kriteria daya dukung dan penurunan, serta menghasilkan biaya termurah. Profil tanah yang digunakan adalah pasir dengan N-SPT sebesar 50 pada kedalaman 0-9 m dan 15-23 m, lempung dengan N-SPT sebesar 35 pada kedalaman 9-15 m dan menerus setelah tanah pasir. Perancangan fondasi tiang-rakit dimulai dengan menentukan nilai parameter tanah berdasarkan korelasi, penentuan daya dukung fondasi rakit, studi parametrik, penentuan alternatif desain, pemeriksaan kinerja alternatif desain, penulangan alternatif desain, hingga pemilihan desain dengan harga termurah. Penentuan daya dukung fondasi dilakukan dengan metode Meyerhof dan MIDAS GTS NX, sedangkan penentuan penurunan dilakukan dengan MIDAS GTS NX. Studi parametrik dilakukan untuk menentukan pengaruh variasi nilai parameter tiang terhadap penurunan yang terjadi. Penentuan biaya desain ditentukan berdasarkan pekerjaan beton dan pembesian saja. Berdasarkan metode perancangan yang telah dilakukan, diperoleh bahwa fondasi tiang-rakit dengan biaya termurah diperoleh dengan konfigurasi tiang 17 x 9, diameter tiang 1,2 m, spasi tiang 3,5D, panjang tiang 25 m, dan tebal fondasi rakit 3 m. Desain tersebut memiliki daya dukung ultimit sebesar 25000 kPa, penurunan total sebesar 187,069 mm, dan beda penurunan yang lebih kecil dari 1/300. Biaya total yang dikeluarkan untuk pekerjaan beton dan pembesian adalah Rp97,785,216,593.85.