Artikel Terbaru

UJI AKTIVITAS ANTIMALARIA NANOPARTIKEL BERBASIS KITOSAN, POLOXAMER, DAN PLGA YANG MENGANDUNG ANTISENSE OLIGONUKLEOTIDA BERTARGET GEN EBA-175 DAN DHODH

Oleh   Annisa Maulidia Rahayyu [20718032]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Diky Mudhakir, S.Si., M.Si., Ph.D.;Dr.rer.nat. Catur Riani, S.Si., M.Si.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SF - Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : antisense oligonukleotida, dhodh, eba-175, kitosan, malaria, nanopartikel, plga, poloxamer
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-06-24 03:47:31

Malaria merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum. Resistensi pada pengobatan malaria masih menjadi masalah global saat ini. Pada penelitian ini, dilakukan suatu pengembangan obat antimalaria baru berupa nanopartikel (NP) yang mengandung antisense oligonukleotida (ASO) dengan gen target eba-175 dan dhodh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh NP ASO terhadap aktivitas inhibisi pertumbuhan dan penurunan ekspresi gen eba-175 dan dhodh pada sel P. falciparum. Formula nanopartikel berbasis kitosan, poloxamer, dan PLGA mengandung ASO yang dibuat dengan metode nanopresipitasi mampu menghasilkan ukuran partikel <200 nm, indeks polidispersi <0,5, dan potensial zeta positif. Aktivitas inhibisi pertumbuhan P. falciparum dengan metode mikroskopik menunjukkan adanya aktivitas inhibisi yang signifikan (P<0,05) bila dibandingkan dengan kontrol negatif. % inhibisi mencapai >80% disemua konsentrasi (0,0125 µM; 0,025 µM; 0,05 µM; dan 0,1 µM) NP ASO. Nilai rasio dari kuantifikasi relatif (R) target gen eba-175 menunjukkan penurunan ekspresi gen sebesar 1,27 kali; 1,14 kali; dan 1,29 kali pada masing-masing konsentrasi NP eba-175 0,025 µM; 0,05 µM; dan 0,1 µM. Begitu pula pada NP dhodh, terjadi penurunan ekspresi gen dhodh sebesar 2,15 kali dan 1,35 kali lebih rendah dibandingkan dengan kontrol negatif pada konsentrasi 0,05 µM dan 0,1 µM. Namun penurunan ekspresi pada kedua gen tersebut tidak signifikan berbeda (P>0,05). Adanya penghambatan pertumbuhan P. falciparum juga ditunjukkan pada NP blanko, hal ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut.