Article Details

EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN BAECKEA FRUTESCENS L. DAN BIJI OCIMUM BASILICUM TERHADAP MELANOGENESIS SEL MELANOMA B16F10 DAN HIPERPIGMENTASI PADA MARMUT

Oleh   Irvani Rakhmawati [20709004]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Maria Immaculata Iwo, M.Si., Apt. ; Dr. Tri Suciati, M.Si., Apt.
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SF - Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : Hiperpigmentasi, Tirosinase, Biji selasih, Daun jungrahab, Melanoma B16F10
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 9 file
Tanggal Input : 2021-02-23 10:00:10

Hiperpigmentasi merupakan kondisi bertambah gelapnya warna kulit akibat meningkatnya produksi melanin. Peningkatan produksi melanin dapat terjadi akibat terpapar sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan. Sinar UV dapat meningkatkan aktivitas tirosinase yang berperan penting dalam produksi melanin. Daun jungrahab (B. frutescens) dan biji selasih (O. basilicum) berpotensi menghambat kerja tirosinase sehingga dapat mengurangi produksi melanin. Penelitian ini bertujuan menguji efek ekstrak etanol daun jungrahab dan biji selasih sebagai antihiperpigmentasi. Penelitian ini juga bertujuan mengembangkan hewan model untuk uji antihiperpigmentasi. Dalam penelitian ini, senyawa bioaktif dari biji selasih dan daun jungrahab diekstraksi dalam etanol 95% dengan metode maserasi. Efek ekstrak terhadap melanogenesis diuji pada sel melanoma B16F10 secara in vitro dan efek terhadap ekspresi protein-protein melanogenesis ditentukan secara kualitatif melalui analisis Western Blot. Untuk menguji efek kedua ekstrak terhadap hiperpigmentasi pada kulit, digunakan marmut berkulit coklat yang diinduksi hiperpigmentasi dengan radiasi lampu UVB berintensitas 3,6 mW/cm 2 selama 12 hari. Ekstrak uji dan pembanding (arbutin) dalam bentuk krim diberikan secara topikal pada punggung marmut selama 14 hari. Kadar melanin diukur menggunakan alat Mexameter. Hasil uji in vitro menunjukkan ekstrak etanol biji selasih dan daun jungrahab dapat menghambat melanogenesis dengan penurunan kadar melanin yang semakin besar dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak. Ekstrak kedua tanaman juga dapat menurunkan ekspresi protein-protein: Tyr, TRP-1, dan TRP-2 yang terlibat dalam melanogenesis. Dalam penelitian ini hewan model hiperpigmentasi dapat diinduksi dengan radiasi UVB selama 12 hari yang ditandai dengan meningkatnya kadar melanin secara bermakna (p