Article Details

ANALISIS TEKANAN-LUAP DAN MEKANISME PEMBENTUKANNYA MENGGUNAKAN DATA SUMUR DAN KECEPATAN SEISMIK PADA LAPANGAN “SKW”, CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA

Oleh   Fasih Kazainullah [22018032]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Agus Mochamad Ramdhan, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FITB - Teknik geologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : Cekungan Jawa Timur Utara, kecepatan seismik, zonasi tekanan-luap, ketebalan sedimen.
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-02-22 10:44:02

Cekungan Jawa Timur Utara dikenal sebagai salah satu cekungan hidrokarbon prolifik, yang masalah pengeborannya sering diakibatkan oleh keberadaan tekanan-luap. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tekanan-luap dan menganalisis mekanisme pembentukannya dengan menggunakan data dari dua sumur dan kecepatan 2D seismik. Berdasarkan litologi dan profil tekanannya, terdapat 5 zona tekanan. Zona A dan C memiliki tekanan hidrostatis normal, yaitu pada Formasi Lidah sampai Formasi Mundu bagian atas, serta Formasi Ledok. Zona B merupakan awal munculnya tekanan-luap, yang terjadi pada Formasi Mundu bagian tengah sampai Formasi Mundu bagian bawah. Zona D mengalami tekanan-luap sedang, yang terjadi pada Formasi Wonocolo bagian atas sampai Formasi Wonocolo bagian tengah. Zona E mengalami tekanan-luap tinggi, yang terjadi pada Formasi Wonocolo bagian tengah sampai Formasi Ngrayong. Ketebalan sedimen juga mengontrol tekanan-luap. Mekanisme utama pembentukan tekanan-luap di lokasi penelitian adalah pembebanan, yang ditunjukkan oleh tegasan efektif konstan pada sumur SKW-01, dan sumur SKW-02, serta didukung oleh adanya laju sedimentasi cepat yang mempunyai laju rat-rata 200 m/juta tahun. Mekanisme kedua yang membentuk tekanan-luap di lokasi penelitian adalah perubahan mineral smektit menjadi ilit pada kedalaman ± 4000 feet TVDSS, yang didukung dengan data gradien panas bumi sebesar 43oC/km sehingga pada kedalaman 4000 feet TVDSS, suhu sudah mencapai 80oC. Selain itu, analisis XRD juga menunjukkan persentase mineral smektit berkurang dengan bertambahnya kedalaman, sementara persentase mineral ilit bertambah dengan bertambahnya kedalaman.