Article Details

STUDI LITERATUR TUMBUHAN INDONESIA DENGAN AKTIVITAS ANALGESIK, ANTI-INFLAMASI, DAN ANTIPIRETIK

Oleh   Azmi Raihanah [10716005]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Elin Yulinah; apt. Dhyan Kusuma Ayuningtyas, M.Si.
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SF - Sains dan Teknologi Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : Analgesik, anti-inflamasi, antipiretik, tumbuhan Indonesia, herbal
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-25 15:26:34

Demam, inflamasi, dan nyeri merupakan gejala yang timbul akibat suatu penyakit. Saat ini, obat yang digunakan untuk menangani ketiga gejala tersebut adalah Non-steroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAID) yang dapat memberikan efek samping pada sistem pencernaan dan kardiovaskular. Tumbuhan herbal berpotensi menjadi obat alternatif dari NSAID. Studi literatur ditujukan untuk pengumpulan data tumbuhan herbal Indonesia dengan aktivitas anti-inflamasi, analgesik, dan antipiretik, teruji secara praklinik maupun klinik, serta berpotensi menjadi obat alternatif dari NSAID. Data tumbuhan diperoleh dari hasil pencarian menggunakan mesin pencari seperti Google Scholar dan PubMed Central. Jurnal diseleksi melalui kriteria inklusi seperti jurnal dipublikasikan pada tahun 2010 - 2020, jurnal nasional atau internasional, dengan Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, serta kriteria eksklusi seperti tumbuhan tidak tumbuh di Indonesia dan uji praklinik dan klinik berupa hasil dari kombinasi beberapa tumbuhan. Dari hasil pencarian didapatkan 30 tumbuhan herbal dengan aktivitas analgesik, anti-inflamasi, dan antipiretik. Aktivitas 30 tumbuhan tersebut telah teruji secara praklinik, dan 8 dari 30 tumbuhan sudah teruji secara klinik. Seluruh bagian dari tumbuhan jeruk nipis atau Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle dosis 200 mg/kg bb pada hewan uji secara praklinik dapat memberikan efek pereda demam, inflamasi, dan nyeri yang berbeda bermakna dengan kontrol dan sebanding dengan obat standar aspirin dan diklofenak, sehingga paling berpotensi menjadi obat alternatif dari NSAID.