Article Details

ANALISIS KEADAAN AKRESI DAN LINGKUNGAN LOKAL DI SEKITAR ULTRALUMINOUS X-RAY SOURCE HOLMBERG II X-1 MENGGUNAKAN DATA SWIFT

Oleh   Izatul Hafizah [20319002]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Kiki Vierdayanti, S.Si., M.Sc.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FMIPA - Astronomi
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek :
Kata Kunci : ULX, Holmberg II X-1, Swift, sinar-X, UV-optik.
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-19 23:14:39

\textit{Ultraluminous X-ray sources} (ULX) adalah sumber sinar-X titik, tidak berada di pusat galaksi, dan mengemisikan sinar-X dengan luminositas di atas $3\times10^{39}$ erg s$^{-1}$. Jika diasumsikan radiasi ULX diemisikan secara isotropik, luminositas objek sekelas ULX melebihi batas luminositas Eddington untuk \textit{black hole} bermassa $\sim10$ $M_\odot$, sehingga luminositas ULX yang tinggi dapat dijelaskan dengan massa \textit{black hole} yang tinggi juga yaitu setara \textit{intermediate-mass black hole}. Jika ULX memiliki laju akresi yang tinggi maka tidak dibutuhkan massa \textit{black hole} yang besar, sehingga dapat dijelaskan dengan \textit{black hole} bermassa setara \textit{stellar-mass black hole}. Hingga saat ini kepastian mengenai mekanisme fisis yang terjadi di ULX masih terus dipelajari. Selain itu studi lingkungan di sekitar ULX juga penting dipelajari untuk mendukung analisis mekanisme fisis di ULX. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari mekanisme fisis dan lingkungan lokal salah satu ULX yaitu Holmberg II X-1. Data Holmberg II X-1 yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dari misi \textit{Swift}, menggunakan instrumen UVOT untuk data pada panjang gelombang optik-UV dan XRT untuk panjang gelombang sinar-X. Terhitung hingga September 2019, data UVOT yang tersedia sebanyak 174 ID pengamatan. Untuk data XRT dilakukan seleksi data sehingga hanya 82 ID pengamatan yang memenuhi kriteria saja yang diolah lebih lanjut. Karena data XRT yang tersedia di misi \textit{Swift} memiliki \textit{exposure time} yang rendah, dilakukan penggabungan spektrum untuk meningkatkan kualitas spektrum. Terdapat tiga skenario penggabungan spektrum yang dilakukan pada penelitian ini. Hasil perbandingan dari ketiga skenario tersebut menunjukkan adanya kebergantungan bentuk spektrum pada \textit{count rate} dan \textit{hardness ratio}. Perbandingan kurva cahaya hasil pengolahan data UVOT dan XRT menunjukkan sumber emisi di pita optik-UV dan sinar-X tidak berhubungan langsung karena kurva cahaya pada kedua pita ini tidak menunjukkan korelasi tertentu. Hasil analisis intensitas dan citra Optik-UV mengarah ke sumber yang didominasi daerah H\textsubscript{II}. Hasil \textit{fitting} beberapa kelompok spektrum sinar-X Holmberg II X-1 menunjukkan adanya indikasi piringan dengan laju akresi tinggi.