Article Details

INTERPRETASI DATA GRAVITASI DAERAH GUNUNG TANGKUBAN PERAHU DAN SEKITARNYA UNTUK MENENTUKAN POTENSI PANAS BUMI

Oleh   Richard Cahyadi [10215031]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Eng. Enjang Jaenal Mustopa, S.Si., M.Si.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Fisika
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek :
Kata Kunci : anomali bouger lengkap, gunung tangkuban perahu, gravimeter, metode talwani, prinsip gravitasi.
Sumber :
Staf Input/Edit : Ratnasari  
File : 7 file
Tanggal Input : 2020-09-19 17:30:49

Generic placeholder image
COVER Richard Cahyadi

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 1 Richard Cahyadi

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 2 Richard Cahyadi

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 3 Richard Cahyadi

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 4 Richard Cahyadi

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 5 Richard Cahyadi

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
PUSTAKA Richard Cahyadi

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Pemakaian energi, di Indonesia, sedang mengalami kenaikan beberapa tahun terakhir. Salah satu sumber energi dapat digunakan di Indonesia adalah energi panas bumi. Energi panas bumi menjadi fokus penelitian ini dikarenakan belum efektifnya penggunaan sumber panas bumi sebagai sumber energi terbarukan. Eksplorasi geofisika dilakukan pada Gunung Tangkuban Perahu dan sekitarnya untuk mencari sumber panas bumi. Eksplorasi yang dilakukan adalah metode gravitasi, dimana prinsip gravitasi Newton digunakan. Metode gravitasi dilakukan menggunakan gravimeter untuk mengukur gravitasi di daerah pengukuran. Data gravitasi hasil bacaan kemudian dikoreksi agar didapatkan anomali bouger lengkap. Pemisahan regional dan residual kemudian dilakukan terhadap anomali bouger lengkap. Kemudian anomali bouger lengkap, anomali regional dan anomali residual dibuat peta konturnya. Peta kontur kemudian diinterpretasi agar didapatkan gambaran apakah terdapat reservoir panas. Anomali bouger lengkap bernilai 270 s.d. 380 mgal. Sedangkan anomali regional yang didapatkan adalah sebesar 90 sampai 370 mgal dan anomali residual yang memiliki range nilai -30 sampai 270 mgal. Jalur dibuat untuk dilakukan pemodelan keadaan bawah permukaan. Berdasarkan hasil pemodelan Jalur AB memiliki daerah yang densitas relatif bernilai -0.206 sampai dengan +0.4524 dibanding daerah sekitarnya. Sedangkan pada Jalur CD, Densitas relatifnya memiliki range antara +0.4901 dan -0.155 dibanding daerah sekitarnya. Pada Jalur EF densitas relatifnya berentang dari -0.136 sampai 0.4160 dibanding daerah sekitarnya. Hasil pemodelan metode gravitasi dibandingkan dengan hasil pemodelan Controlledsource Audio-frequency Magnetotellurics (CSAMT) dan didapatkan bahwa hasil pemodelan sudah serupa.