Article Details

DAYA DUKUNG KAWASAN PERKOTAAN UNTUK PERUMUSAN KEBIJAKAN RENCANA TATA RUANG (STUDI KASUS : METROPOLITAN BANDUNG)

Oleh   Aria Bagiasa Chidmahdjati [25417046]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. RM. Petrus Natalivan Indradjati, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SAPPK - Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek :
Kata Kunci : daya dukung kawasan perkotaan, kebijakan, Metropolitan Bandung
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira  
File : 8 file
Tanggal Input : 2020-07-29 13:13:49

Kajian yang menilai kondisi daya dukung dalam konteks kawasan perkotaan saat ini masih terbatas. Kajian terkait daya dukung yang digunakan dalam perumusan rencana tata ruang mengarah pada konteks lingkungan hidup. Substansi studi kelayakan dalam proses perumusan kebijakan rencana tata ruang kurang menunjukan kinerja kawasan perkotaan secara menyeluruh dalam mendukung kegiatannya. Penelitian ini penting dilakukan untuk melengkapi substansi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menilai daya dukung kawasan perkotaan sebagai dasar dalam merumuskan rekomendasi kebijakan rencana tata ruang. Secara umum, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dijelaskan secara deskriptif, identifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menilai daya dukung kawasan perkotaan dilakukan secara eksploratif. Metode analisis yang digunakan adalah analisis komparasi berbasis nilai standar (benchmark) dan nilai indikator. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kata kunci, normalisasi data, analisis indikator komposit dan analisis gap. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kajian literatur, survei pustaka berupa : data statistik dan data dokumen. Hasil analisis menunjukan tingkat daya dukung kawasan perkotaan Kota Bandung sebesar 0,774 dan Kota Cimahi 0,674 tergolong dengan kinerja berdaya dukung sedang, artinya kedua wilayah tersebut cukup optimal dalam mendukung kegiatan perkotaannya. Kabupaten Bandung 0,613 dan Kabupaten Bandung Barat 0,594 tergolong dengan kinerja kurang berdaya dukung, artinya kedua wilayah tersebut kurang optimal dalam mendukung kegiatan perkotaannya. Hasil persandingan antara nilai di setiap wilayah terhadap nilai standar, disandingkan dengan rencana atau kebijakan terkait di wilayah studi menghasilkan rekomendasi kebijakan rencana tata ruang. Kebijakan tersebut bersifat nonkeruangan terbagi menjadi dua bentuk (1) implikasi kebijakan dan (2) alternatif kebijakan yang disusun berdasarkan skala prioritas. Kajian ini memberikan alternatif metode dalam menilai kinerja daya dukung bagi kawasan perkotaan sehingga dapat berkontribusi dalam memperkaya khazanah ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang perencanaan wilayah dan kota.