Article Details

ANALISIS SIFAT MEKANIK PADA BAJA COLD WORK - TOOL STEELS SETELAH PROSES QUENCHING DAN TEMPER, SERTA REPETITIVE HAMMERING

Oleh   Hanif Azis Budiarto [23717004]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Rochim Suratman;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTMD - Teknik dan Ilmu Material
Fakultas : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
Subjek : Engineering & allied operations
Kata Kunci : AHSS, cold work - tool steels, strain, quenching, tempering, repetitive hammering.
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 7 file
Tanggal Input : 2020-05-06 09:49:50

Saat ini, fokus utama industri otomotif adalah menghasilkan produk yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Selain pengembangan mesin baru, pengurangan konsumsi bahan bakar dapat dicapai dengan mengurangi bobot mobil itu sendiri. Jadi, bahan yang memiliki kekuatan tinggi tetapi ringan digunakan. Jenis baja ini dikenal sebagai Advanced High Strength Steels (AHSS). Untuk memproduksi baja AHSS, sehingga dapat digunakan sebagai kerangka dan badan mobil, cold work-tool steels digunakan sebagai press tool atau disebut juga punch & dies. Berbagai jenis penelitian dilakukan untuk meningkatkan life time dari dies. Sehingga down-time karena rusaknya dies dapat diminimalisir. Mengubah komposisi bahan, perlakuan panas, teknik pelapisan, dan menggunakan pelumas, dan mengkombinasikan ketiganya, adalah teknik yang biasa digunakan dalam industri manufaktur untuk meningkatkan kekerasan dan ketahanan aus pada cetakan sehingga dies dapat bertahan lebih lama. Di sisi lain, ada metode lain yang digunakan pada jenis baja hadfield untuk meningkatkan kekerasan dan ketahanan aus, yaitu dengan menggunakan metode strain hardening seperti diledakkan, rolling, dan repetitive hammering. Dalam tesis ini, pengaruh heat treatment dan cold working (hammering berulang) pada struktur mikro, kekerasan dan nilai strain dari material diselidiki. Pengamatan dan karakterisasi seperti OES, metalografi dan uji keras dilakukan untuk menentukan komposisi kimia, struktur mikro, dan kekerasan. Sampel yang telah di-quench dan di-temper setelah heat treatment, masing-masing diberi perlakuan repetitive hammering untuk melihat perilaku mereka terhadap strain, kekerasan dan struktur mikro.