Article Details

KARAKTERISTIK KERAK KALSIT DAN FAKTOR PEMBENTUKANNYA PADA LAPANGAN PANASBUMI PATUHA, CIWIDEY, JAWA BARAT

Oleh   Ribka Firtania Asokawaty [22616007]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Eng. Ir. Suryantini, M.Sc.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTTM - Teknik Panas Bumi
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek : Engineering & allied operations
Kata Kunci : kerak, kalsit, kesetimbangan panas dan massa, boiling, calcite saturation index.
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 8 file
Tanggal Input : 2020-04-09 11:38:16

Penurunan produksi pada lapangan panasbumi Patuha disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah pengerakan. PPL-A adalah sumur produksi yang pada awalnya memiliki kapasitas 12 MWe, namun setelah produksi kapasitasnya turun menjadi 5 MWe, yang diduga karena adanya pengerakan kalsit. Oleh karena itu, melalui penelitian ini, akan diteliti mengenai karakteristik kerak kalsit, penyebab pembentukannya, dan laju pengendapan kalsit. Dengan mengetahui hal tersebut, akan menjadi pertimbangan perusahaan dalam melakukan proses monitoring dan strategi produksi guna meningkatkan kapasitas sumur kembali. Ada pun data dari penelitian ini terdiri dari data kerak dari sumur, kimia fluida yang diambil dari kepala sumur, dan serbuk bor. Metode dalam menentukan karakteristik kerak kalsit adalah pengamatan langsung, XRD, SEM-EDS, inklusi fluida, dan isotop ?13. Untuk menentukan penyebab pengerakan kalsit dilakukan melalui evaluasi skenario yang menggunakan integrasi data kimia, geologi, dan fisik sumur. Sedangkan untuk mengetahui laju pengendapan menggunakan hasil data calcite saturation index yang didapatkan dari WATCH 2.4 dan perhitungan manual kesetimbangan panas dan massa. Conto kerak kalsit diambil dari dry pot dekat kepala sumur PPL-A. Lokasi terbentuk diduga terletak pada kedalaman sekitar 880 – 980 mD. Kerak berwarna putih kecoklatan dan memiliki ukuran 1-3 cm. Jenis pengerakan yang terbentuk adalah 100% kalsit. Temperatur fluida ketika pengerakan ini terbentuk berkisar antara 206.3 – 246.7 ? dan cocok dengan nilai isothermal Patuha (keadaan pada saat ini). Sumber karbon dari kerak ini adalah CO2 metamorfik dan CO2 mantel. Dari perhitungan diketahui sumur PPL-A memiliki calcite saturation index yang jenuh dengan nilai 13.76 dan kecepatan pengerakan 0.21 kg/s. Sedangkan pada sumur yang berada pada sekitar PPL-A, tidak ditemukannya indikasi pengerakan yang intensif. Enam skenario dievaluasi sebagai penyebab penyebab pengerakan kalsit: (i) Perubahan tekanan fluida produksi yang besar antara reservoir dan kepala sumur; (ii) Korosi pada casing sumur; (iii) Boiling dalam sumur produksi; (iv) Kelimpahan mineral pembawa unsur Ca/ litologi; (v) penambahan “garam”; dan (iv) water influx. Hasilnya memperlihatkan bahwa skenario (iii), (iv), dan (vi) secara signifikan mempengaruhi kecepatan pembentukan kalsit.