Article Details

APLIKASI METODE MAGNETIK DALAM MENENTUKAN JENIS BATUAN DAN MINERAL BERDASARKAN NILAI SUSEPTIBILITAS MAGNETIK BATUAN DI BAWAH PERMUKAAN GUNUNG API PAPANDAYAN GARUT

Oleh   Vebby Vitry Yanti [10215084]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Nurhasan, S.Si., M.Si.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Fisika
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Physics
Kata Kunci : Anomali Magnetik, Gunung Api Papandayan, Koreksi, Metode Magnetik, Suseptibilitas.
Sumber :
Staf Input/Edit : Ratnasari   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-02-14 13:30:39

Potensi suatu gunung berapi tidak hanya bisa dinikmati dari pemandangan permukaan atasnya saja melainkan bisa dimanfaatkan dari bawah permukaannya, misalkan batuan dan mineral yang ada didalamnya. Sehingga dilakukan penelitian tentang studi aplikasi metode magnetik dalam menentukan jenis batuan dan mineral berdasarkan nilai suseptibilitas magnetik batuan di bawah permukaan Gunung Api Papandayan. Pengambilan data dilakukan pada 259 titik di sekitar kawah Gunung Api Papandayan untuk mendapatkan nilai medan magnetik total. Metode magnetik merupakan salah satu metode geofisika yang didasarkan variasi intensitas medan magnet di permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya variasi distribusi benda termagnetisasi di bawah permukaan bumi (suseptibilitas). Pengolahan data dilakukan dengan koreksi variasi harian dan koreksi IGRF (International Geomagnetic Reference Field) pada data anomali medan magnet, sehingga diperoleh kontur anomali medan magnetik total. Alat yang digunakan untuk mengukur anomali magnetik yaitu magnetometer. Dengan hasil yang didapat dari data penelitian menunjukkan persebaran nilai anomali medan magnetik dibawah permukaan sekitar Gunung api Papandayan pada bacaan koreksi harian dititik base didapat nilai terendah sebesar 45026.8 nT dan nilai tertinggi 45045.5 nT. Nilai anomali magnetik total sebesar -707.5 nT hingga 617.6 nT, memakai nilai IGRF di Gunung api Papandayan sebesar 45059 nT. Nilai suseptibilitas magnetik batuan pada struktur bawah permukaan di sekitar Gunung Api Papandayan di dominasi batuan beku jenis basal ( dengan k = 0,002925 SI, 0,003 SI, 0,032065 SI dan 0,123034 SI) pada kedalaman 80 meter, pyyrhotites dan titanomagnetit (dengan k = 0,20186 SI dan 0,318641 SI) pada kedalaman (36-42) meter.