Article Details

IDENTIFIKASI FORMASI BAWAH TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK 2D DAN GPR (GROUND PENETRATING RADAR) UNTUK MENGANTISIPASI KEBOCORAN BENDUNGAN JATIGEDE

Oleh   Muhammad Malik Musthofa [10215045]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Drs. Gunawan Handayani, MSCE, Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Fisika
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Physics
Kata Kunci : Koefisien refleksi, konduktivitas, konsolidasi, resistivitas.
Sumber :
Staf Input/Edit : Ratnasari   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-02-14 10:29:36

Konsolidasi merupakan proses perpindahan air melalui pori-pori sehingga tanah mengalami perubahan volume. Konsolidasi terjadi di bendungan Jatigede pada batas antara spillway dengan timbunan. Akibat dari fenomena ini dikhawatirkan adanya perubahan formasi bawah tanah dan juga terbentuknya rongga di bawah tanah. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian struktur bawah tanah. Metode yang akan digunakan yaitu geolistrik dan Ground Penetrating Radar (GPR). Metode geolistrik sangat cocok untuk menganalsis formasi struktur bawah tanah dengan memanfaatkan sifat konduktifitas tanah. Sedangkan GPR digunakan untuk mengalisis adanya rongga dengan meanfaatkan respon tanah terhadap gelombang elektromagnetik. Akuisis data dilakukan pada pertengahan bulan Maret selama 4 hari menggunakan satu set alat GPR dan satu set alat IRIS (geolistrik). Terdapat 5 lintasan pengkuran yang sejajar dengan panjang masing-masing lintasan 360 meter. Berdasarkan hasil pemodelan kedepan penetrasi yang didapatkan untuk geolistrik yaitu 79 meter, sedangkan georadar 35 meter. Resistivitas yang dihasilkan memiliki nilai pada rentang 0,5- 33077 ohm.m yang persebarannya menunjukkan formasi bawah permukaan. Untuk hasil pengolahan georadar terdapat anomali pada hasil image prosessing yang menunjukkan adanya rongga danlapisan yang berbeda.