Article Details

GEOLOGI DAN STUDI BATUBARA DAERAH KELUMPANG UTARA DAN SEKITARNYA, KABUPATEN KOTABARU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Oleh   Hamzah Zamzami Mahmud [12015062]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Yan Rizal R., Dipl.-Geol.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FITB - Teknik Geologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek : Engineering & allied operations
Kata Kunci : Kelumpang utara, batubara, kualitas, pemetaan geologi, persebaran batubara.
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 11 file
Tanggal Input : 2019-09-16 13:59:30

Generic placeholder image
COVER Hamzah Zamzami Mahmud

Generic placeholder image
BAB 1 Hamzah Zamzami Mahmud

Generic placeholder image
BAB 2 Hamzah Zamzami Mahmud

Generic placeholder image
BAB 3 Hamzah Zamzami Mahmud

Generic placeholder image
BAB 3 Hamzah Zamzami Mahmud

Generic placeholder image
BAB 3 Hamzah Zamzami Mahmud

Generic placeholder image
BAB 4 Hamzah Zamzami Mahmud

Generic placeholder image
BAB 5 Hamzah Zamzami Mahmud

Generic placeholder image
BAB 6 Hamzah Zamzami Mahmud

Generic placeholder image
PUSTAKA Hamzah Zamzami Mahmud


Pemetaan geologi pada skala 1:25.000 dilakukan di Kecamatan Kelumpang Utara dan Kelumpang Tengah bagian utara, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, mencakup wilayah seluas 60 km2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tatanan geologi serta karakter dan persebaran batubara pada daerah penelitian. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari pengambilan data secara langsung di lapangan berupa data singkapan. Terdapat pula data bor dan data kualitas batubara yang digunakan sebagai data sekunder. Daerah penelitian terbagi menjadi tiga satuan geomorfologi, yaitu Satuan Perbukitan Homoklin Gumbil, Satuan Dataran Homoklin Manggis, dan Satuan Perbukitan Intrusi. Stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi tiga satuan tidak resmi dari tua ke muda, terdiri dari Satuan Batupasir yang terendapkan pada umur Eosen, diatasnya diendapkan secara selaras Satuan Batulempung (Oligosen – Miosen Tengah). Pada Miosen Akhir Satuan Intrusi Andesit terbentuk menerobos satuan batuan sebelumnya. Endapan Aluvial berumur Resen diendapkan secara tidak selaras di atas semua satuan yang tersingkap. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian berupa sesar berarah barat laut – tenggara dan timur laut – barat daya. Analisis batubara yang dilakukan pada penelitian ini berupa data sekunder dari laboratorium, yaitu analisis proksimat, analisis nilai kalori, dan analisis ultimat berupa total sulfur. Secara umum, batubara daerah penelitian tergolong peringkat batubara lignit berdasarkan nilai fuel ratio. Klasifikasi peringkat batubara menurut UNECE menunjukkan batubara daerah penelitian termasuk peringkat para-bituminous. Berdasarkan kadar abu, batubara daerah penelitian tergolong mutu batubara baik hingga kurang baik. Sedangkan berdasarkan total sulfur, batubara daerah penelitian tergolong batubara sulfur rendah hingga batubara sulfur tinggi. Persebaran batubara daerah penelitian dianalisis berdasarkan data bor dan data singkapan. Pada daerah penelitian terdapat delapan lapisan batubara yang persebarannya dipengaruhi oleh struktur geologi yang berkembang. Terdiri dari satu lapisan menerus (Lapisan F) dari selatan hingga utara daerah penelitian dan tujuh lapisan tidak menerus, di antaranya Lapisan A, Lapisan B, Lapisan C, Lapisan D, Lapisan E, Lapisan X, dan Lapisan Y.