Article Details

MODEL FISIKA LONGSOR UNTUK MITIGASI BENCANA DI KAWASAN SITINJAU LAUT KOTA PADANG SUMATERA BARAT

Oleh   Don Jaya Putra [90217305]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Ir. Lilik Hendradjaja, M.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FMIPA - Pengajaran Fisika
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Physics
Kata Kunci : Longsor, mitigasi bencana, debris, fisis, kawasan
Sumber :
Staf Input/Edit : Ratnasari   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-07-15 13:19:33

Kawasan Sitinjau Laut merupakan wilayah perbukitan yang terletak di ujung timur kecamatan Lubuk Kilangan kota Padang. Daerah ini sangat rentan terhadap bahaya longsoran/gerakan tanah karena memiliki medan yang sangat curam (70º sampai dengan 85º), tata guna lahan yang kurang tepat serta curah hujan yang tergolong tinggi sepanjang tahun. Oleh karena itu investigasi potensi longsor sangat penting dilakukan, mengingat dari tahun ke tahun frekuensi bencana longsor di kawasan Sitinjau Laut terus terjadi peningkatan. Hal ini telah menimbulkan kerugian harta maupun jiwa yang tidak sedikit. Dalam rangka investigasi potensi longsor di kawasan Sitinjau Laut, maka dilakukan analisis potensi longsor pada lima lokasi dengan metode pengharkatan terhadap tujuh variabel yaitu; kemiringan lereng, tekstrur tanah dan batuan, kedalaman efektif tanah, tingkat pelapukan batuan, penggunaan lahan, kerapatan vegetasi dan curah hujan. Untuk menentukan harkat dari ketujuh variabel tersebut dilakukan survei dan penelitian lapangan. Data yang didapatkan dari masing-masing variabel dijumlahkan sebagai harkat total sehingga dapat ditentukan tingkat potensi longsor pada masing-masing lokasi tersebut. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian adalah, lokasi pertama mempunyai harkat total 26 dengan kategori potensi longsor berat, lokasi kedua mempunyai harkat total 26 dengan kategori potensi longsor berat, lokasi ketiga mempunyai harkat total 24 dengan kategori potensi longsor berat, lokasi keempat mempunyai harkat total 21 dengan kategori potensi longsor sedang dan lokasi kelima mempunyai harkat total 22 dengan kategori potensi longsor sedang. Pada laporan penelitian ini juga dilakukan penjabaran fenomena longsor secara fisis sebagai upaya edukasi, prevensi dan mitigasi bencana bagi masyarakat dan suatu masukan kepada pemangku kepentingan dalam rangka penangggulangan bencana longsor di kawasan tersebut. Sehingga diharapkan resiko yang ditimbulkan oleh bencana longsor di kawasan ini dapat diminimalisir untuk masa yang akan datang.