Article Details

HUBUNGAN KOMPAKSI BATULEMPUNG DENGAN BESARAN OVERPRESSURE: STUDI KASUS CEKUNGAN SUMATRA UTARA

Oleh   Mohammad Syaiful [32013001]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Agus Haris Widayat;Prof. Ir. Lambok Hutasoit, M.Sc., Ph.D.;Agus Mochamad Ramdhan, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S3-Disertasi
Penerbit : FITB - Teknik Geologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : Lapangan Aru, Cekungan Sumatra Utara, overpressure, disequilibrium compaction, underbalance, kompaksi, smektit, ilit
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-06-13 10:09:37

Di Lapangan Aru, Cekungan Sumatra Utara terdapat fenomena yang menarik yaitu keberadaan wireline log yang menunjukkan pembalikan yang besar dari garis kompaksi yang mencirikan keterdapatan overpressure yang besar, tetapi berat lumpur yang digunakan relatif kecil yang mencirikan bahwa nilai overpressure rendah. Pergeseran garis kompaksi pada lapisan yang dangkal pada zona hidrostatik oleh mineral karbonat diajukan sebagai hipotesis utama untuk menjelaskan hal tersebut. Hipotesis alternatif yang juga diajukan adalah bahwa data lumpur pengeboran di sumur yang menunjukkan fenomena di atas telah dibor dalam kondisi underbalance. Hasil analisis mineral lempung melalui wireline log dan petrografi mineral lempung menunjukkan bahwa mineral karbonat tidak terdapat dalam jumlah yang signifikan di zona hidrostatik tersebut. Dengan demikian, hipotesis telah terjadi pergeseran kompaksi gagal melalui uji hipotesis. Hasil analisis mineralogi lempung ini juga memberikan beberapa pemahaman baru mengenai kompaksi dan overpressure di daerah penelitian, yaitu: 1) hasil analisis petrografi mineral lempung mengkonfirmasi hasil analisis wireline log yang menunjukkan bahwa di daerah penelitian terdapat dua garis kompaksi, yaitu garis kompaksi smektitik dan garis kompaksi ilitik, 2) grain to grain contact yang mencirikan bahwa kompaksi mekanis masih aktif pada temperatur > 1000C dapat diamati dengan jelas. Hipotesis alternatif, yaitu pengeboran dilakukan dalam kondisi underbalance berhasil melalui uji hipotesis dan valid untuk menjelaskan fenomena di atas. Akan tetapi, kondisi underbalance ini dapat dikatakan sebagai underbalance khusus, dalam pengertian bahwa pengeboran dilakukan dalam kondisi underbalance pada zona yang didominasi oleh batulempung, tetapi close to balance atau slight overbalance terhadap batupasir. Underbalance terhadap batulempung terbukti dengan beberapa masalah pengeboran yang terjadi seperti terjadinya cavings. Sementara close to balance atau slight overbalance terbukti dengan ketiadaan kicks dan loss circulations ketika pengeboran menembus lapisan batupasir. Penelitian ini juga menghasilkan pemahaman baru mengenai overpressure di Cekungan Sumatra Utara dan terhadap ilmu overpressure secara umum. Tiga hasil penting sehubungan dengan hal ini adalah: 1) penyebab overpressure di daerah penelitian adalah disequilibrium compaction, dan hal ini terjadi di zona kompaksi ilitik, 2) tektonik kompresi berperan dalam menjaga kondisi overpressure hingga saat ini di daerah penelitian, 3) lateral reservoir drainage telah dan sedang terjadi di daerah penelitian.