Article Details

RELOKASI HIPOSENTER DAN ESTIMASI STRUKTUR MODEL KECEPATAN 1-D GELOMBANG P DAN S DI BAWAH PERMUKAAN GUNUNG GEDE PADA BULAN DESEMBER 2017

Oleh   Reny [20217035]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Wahyu Srigutomo, S.Si., M.Si., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FMIPA - Fisika
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Physics
Kata Kunci : Gunungapi, hiposenter, episenter, metode, GAD, dan metode Coupled Velocity- Hypocenter.
Sumber :
Staf Input/Edit : Ratnasari   Ena Sukmana
File : 8 file
Tanggal Input : 2019-05-17 08:33:05

Generic placeholder image

ABSTRAK Reny

PUBLIC

Generic placeholder image

COVER Reny

PUBLIC

Generic placeholder image

BAB 1 Reny

PUBLIC

Generic placeholder image

BAB 2 Reny

PUBLIC

Generic placeholder image

BAB 3 Reny

PUBLIC

Generic placeholder image

BAB 4 Reny

PUBLIC

Generic placeholder image

BAB 5 Reny

PUBLIC

Generic placeholder image

PUSTAKA Reny

PUBLIC


Sebagian besar wilayah negara Indonesia memiliki gunungapi aktif. Kondisi Indonesia yang dikelilingi oleh gunungapi aktif ini membawa dua dampak, yaitu dampak positif dan dampak negarif. Dampak positifnya memberikan lahan yang subur di sekitar daerah gunungapi sehingga banyak penduduk yang tinggal di sekitar daerah gunungapi. Dampak negatifnya Indoenasia menjadi negara yang rawan akan bencana alam, terutama bencana alam letusan gunungapi. Salah satu gunungapi aktif di Indonesia adalah Gunung Gede dan termasuk gunungapi aktif tipe A. Peningkatan terhadap pelaksanaan mitigasi bencana alam sangat dibutuhkan untuk menghindari segala bentuk bahaya dan kerugian yang tidak diinginkan. Informasi ketepatan parameter gempa merupakan salah satu hal penting dalam upaya mitigasi bencana alam. Salah satu cara untuk meningkatkan akurasi dan ketepatan informasi parameter gempa bumi yaitu dengan melakukan relokasi hiposenter gempa bumi. Metode yang dapat digunakan untuk relokasi letak hiposenter gempa yang lebih akurat yaitu menggunakan metode Coupled Velocity-Hypocenter. Berdasarkan hasil data yang diolah dengan menggunakan perangkat lunak GAD dan VELEST 3.3, episenter terlihat menyebar di sekitar Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Kedalaman hiposenter gempa vulkanik pada Gunung Gede menggunakan GAD, yaitu -2.5 – 4.0 km. Kemudian relokasi hiposenter dilakukan menggunakan perangkat lunak VELEST 3.3, kedalaman hiposenter gempa menjadi berkisar antara 0.0-10.0 km. Pergerakan gempa tampak terlihat menuju ke permukaan dan tertahan oleh sebuah lapisan impermeabel yang diprediksi merupakan clay hidrotermal hasil dari batuan alterasi dan pergerakan ini terpusat ke arah timurlaut. Magnitudo gempa vulkanik yang terjadi pada bulan Desember 2017 bernilai rentang dari -2.7 hingga -0.6.