Article Details

RELOKASI HIPOSENTER AFTERSHOCK TANGGAL 2 HINGGA 6 JUNI 2006 DARI GEMPA BUMI YOGYAKARTA MEI 2006 MENGGUNAKAN METODE DOUBLE-DIFFERENCE BESERTA PENENTUAN MAGNITUDO LOKALNYA

Oleh   Daniel Maynard [12314038]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Afnimar, M.Sc.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Teknik Geofisika - FTTM
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek : Engineering & allied operations
Kata Kunci : aftershock, blind Opak Fault, double-difference, korelasi silang, magnitudo lokal, relokasi hiposenter
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-02-08 14:50:05

Gempa bumi Yogyakarta Mei 2006 terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 dengan magnitudo sebesar 6,3 Mw. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pesebaran hiposenter aftershock dari gempa bumi ini terletak sekitar 10 kilometer di sebelah timur Sesar Opak. Akan tetapi, pesebaran hiposenter aftershock hasil penelitian tersebut masih kurang menggambarkan kelurusan yang baik. Dalam penelitian ini, dilakukan picking dan relokasi ulang menggunakan metode double-difference untuk meningkatkan kelurusan pesebaran hiposenter. Untuk meningkatkan kelurusan ini, maka perlu didukung oleh data hasil korelasi silang. Di samping itu, magnitudo lokal diestimasi untuk mengetahui apakah terjadi penurunan magnitudo pada aftershock gempa bumi Yogyakarta Mei 2006 ini. Hasil penelitian ini memperlihatkan peningkatan kelurusan pesebaran lokasi hiposenter aftershock. Terdapat empat klaster hiposenter yang mengindikasikan sesar yang teraktivasi oleh gempa bumi Yogyakarta Mei 2006. Dua sesar ini diperkirakan merupakan bagian dari sistem Graben Bantul. Selain itu, terlihat adanya penurunan nilai magnitudo lokal dan jumlah event per hari.