digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Fakta sehari-hari menunjukan bahwa salah satu indikator menilai kesegaran ikan adalah dengan cara mengamati warna insang ikan. Semakin merah warna insang ikan berarti ikan tersebut masih segar, sebaliknya jika kandungan warna merah berkurang maka ikan tersebut bisa dikategorikan sebagai ikan yang kurang segar. Dalam penelitian ini dilakukan analisa pengolahan citra terhadap citra digital insang ikan mujair untuk melihat perubahan warna merah pada citra insang seiring bertambahnya waktu mulai saat ikan mati. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pemotretan secara berulang dalam rentang waktu satu jam terhadap insang seekor ikan mujair mulai saat ikan tersebut mati hingga membusuk. Dari pemotretan insang ikan diperoleh sebelas citra digital insang ikan. Langkah selanjutnya adalah menghitung nilai warna merah pada setiap citra insang menggunakan perbandingan perhitungan RGB dan dilanjutkan dengan menentukan rumus menggunakan metode curve fitting. Langkah terakhir adalah menghitung nilai rata-rata error dengan menggunakan metode linier, kuadratik dan kubik.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan warna merah pada citra insang dan cenderung berkurang seiring bertambahnya waktu semenjak ikan tersebut mati hingga membusuk, sehingga disimpulkan bahwa kandungan warna merah dalam insang ikan berbanding terbalik dengan bertambahnya waktu menuju pembusukan ikan. Error terkecil dihasilkan menggunakan metode kubik