Article Details

JURNAL TEKNIK MESIN, Vol. 19, No. 2, Oktober 2004

Oleh   Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri - Institut Teknologi Bandung
Kontributor / Dosen Pembimbing : #CONTRIBUTOR#
Jenis Koleksi : Prosiding
Penerbit :
Fakultas :
Subjek :
Kata Kunci : machine
Sumber :
Staf Input/Edit : Vika Anastasya Kovariansi  
File : 5 file
Tanggal Input : 2016-11-11 14:45:51

ANALISIS RESIKO REAKTOR KIMIA BERDASARKAN STANDAR INSPEKSI BERBASIS RESIKO (RISK BASED INSPECTION: RBI) API 581 (T. A. Fauzi Soelaiman(1), Ahmad Taufik(2) dan Tito Arya Soma(1)) hal. 37-42Inspeksi adalah sebuah aktivitas yang dilakukan untuk mendeteksi dan mengevaluasi kemungkinan adanya kerusakan atau penurunan kualitas akibat beroperasinya suatu peralatan. Metode Risk Based Inspection (RBI) adalah salah satu jenis metode pengelolaan inspeksi yang didasarkan pada tingkat resiko pengoperasian sebuah peralatan atau unit kerja industri. Metode RBI memakai pendekatan kombinasi dua parameter, yaitu: kategori kemungkinan kegagalan dan kategori konsekuensi kegagalan. Studi kasus penentuan tingkat resiko menggunakan metode RBI dilakukan pada bejana tekan jenis reaktor kimia pada sebuah industri petrokimia, yaitu: Hydrotreater, Secondary Reformer, Shift Converter, Ammonia Synthesis Converter, Methanator, Zinc Oxide Guard, dan Mercury Guard Chamber. Hasil yang didapatkan untuk analisis menggunakan metode kualitatif pada semua peralatan adalah: Hydrotreater (Resiko Rendah), Secondary Reformer (Resiko Rendah), Shift Converter (Resiko Rendah), Ammonia Synthesis Converter (Resiko Rendah), Methanator (Resiko Rendah), Zinc Oxide Guard (Resiko Rendah), Mercury Guard Chamber (Resiko Rendah). Hasil analisis menggunakan metode semi kuantitatif untuk semua peralatan yang dianalisis adalah: Hydrotreater (Resiko Tinggi), Secondary Reformer (Resiko Tinggi), Shift Converter (Resiko Tinggi), Ammonia Synthesis Converter (Resiko Tinggi), Methanator (Resiko Tinggi), Zinc Oxide Guard (Resiko Tinggi), Mercury Guard Chamber (Resiko Tinggi). KAJI EKSPERIMENTAL DAN NUMERIK KINERJA CYCLO DUST FILTER (Prihadi Setyo Darmanto dan Joko Sarsetyanto) hal. 43-49Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi pemisahan debu suatu separator siklon (cyclone separator) adalah dengan menambahkan filter kain (fabric filter) pada saluran gas keluarnya. Gabungan antara siklon dan filter kain ini dikenal dengan nama cyclo- dust filter. Pada penelitian ini akan diuji kinerja cyclo dust filter dan aliran gas di dalamnya akan disimulasikan secara numerik dengan bantuan perangkat lunak CFD (Computational Fluid Dynamics). Dengan memvariasikan luas permukaan filter kain, efisiensi pemisahan debu dan tahanan aliran cyclo dust filter diukur. Dari hasil pengukuran diperoleh nilai efisiensi pemisahan lebih dari 99% pada alat ini. Suatu nilai efisiensi pemisah debu yang susah diperoleh pada siklon saja. Diperoleh pula bahwa tahanan aliran sistem bertambah dengan luas permukaan filter, namun kenaikannya tidak proporsional terhadap kenaikan luas permukaan. Dari simulasi aliran dapat diketahui pula posisi terbaik saluran aerosol saat memasuki siklon. KAJI KOMPUTASIONAL PENGARUH BEBAN DAN KEAUSAN TERHADAP KEKAKUAN BANTALAN ROL (Carolus Bintoro(1), Komang Bagiasna(2), Djoko Suharto(3) dan Zainal Abidin(2))hal. 50-56Kajian numerik tentang perubahan kekakuan bantalan rol akibat adanya peningkatan keausan dibahas pada tulisan ini. Kajian dilakukan dengan menggunakan metode kontak Hertzian dan merupakan bagian dari penelitian mengenai penentuan respon getaran pada bantalan rol akibat terjadinya peningkatan keausan. Di sini, keausan diasumsikan sebagai diametral clearance, Cd, dan gaya diasumsikan bekerja dalam arah radial. Pada kaji komputasional dapat dibuktikan bahwa peningkatan keausan akan menurunkan kekakuan bantalan. Berdasarkan kajian ini, hubungan antara defleksi dan kekakuan serta gaya radial dan kekakuan sebagai fungsi dari Cd dapat ditentukan. KAJI EKSPERIMEN OPTIMASI KOEFISIEN DAYA SKEA JENIS POROS DATAR DENGAN SUDU GABUNGAN SILINDER BERPUTAR DAN ROTOR SAVONIUS (Maria F. Soetanto, Aryadi Suwono, Prihadi S. Darmanto dan Ari D. Pasek) hal. 57-63Sistem Konversi Energi Angin (SKEA) jenis poros datar mempunyai efisiensi pemanfaatan yang lebih tinggi dibandingkan SKEA jenis lain pada kondisi yang sama. Sudu profil silinder berputar diambil sebagai alternatif pengganti sudu profil airfoil karena sudu profil silinder juga dapat menghasilkan gaya angkat (lift), selain itu dalam proses pembuatannya, profil silinder relative lebih sederhana. Gaya angkat yang dihasilkan oleh silinder yang berputar ini dikenal sebagai Efek Magnus [1,7,9]. Rotor Savonius dalam penelitian ini digunakan sebagai system starter aerodinamik pemutar silinde. Penelitian ini adalah melakukan uji eksperimen untuk mendapatkan koefisien daya optimum yang dapat dihasilkan suatu SKEA poros datar baru dengan sudu gabungan silinder berputar dan rotor savonius. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan 2 variasi model sudu, yaitu sudu dengan rasio panjang silinder terhadap diameter silinder (rasio L/D) 3 dan 4, dengan memberikan 3 variasi kecepatan angin 8,5 m/s, 9,7 m/s, dan 10,2 m/s. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sudu dengan rasio L/D = 4 memberikan daya yang lebih besar disbanding sudu dengan rasio L/D=3. Hasil eksperimen juga memperlihatkan bahwa semakin besar kecepatan angin yang diberikan, main besar pula daya yang dihasilkan. A PLAUSIBLE ENERGY YIELD FROM PALM OIL MILL EFFLUENT (Ing. Ondrej Cundr) hal. 64-70Penerapan gasbio yang dibangkitkan dari limbah penggilingan kelapa sawit untuk membangkitkan listrik telah terbukti merupakan alternatif yang ramah lingkungan untuk menggantikan nafta atau bahan bakar fosil. Rangkaian proses dari tandan buah segar sawit sampai menjadi minyak sawit dalam pabrik minyak sawit serta jumlah limbah yang terbentuk dalam proses tersebut dibahas secara singkat pada awal tulisan ini. Setelah itu, berbagai perlakuan terhadap limbah penggilingan minyak sawit (palm oil mill effluent, POME) akan dibahas. Proses penguraian molekul secara anaerobik dalam kondisi dipanaskan merupakan cara terbaik dalam menangani POME. Akhirnya, diskusi dilanjutkan pada masalah pengurangan emisi selama proses penguraian molekul secara anaerobik dalam tangki tertutup. Tujuan tulisan ini adalah untuk menekankan adanya potensi energi yang sangat besar dalam POME yang dapat digunakan untuk meningkatkan tingkat kelistrikan dan sekaligus menekan pencemaran udara di Sumatra.