Article Details

PENERAPAN MOTIF BATIK PADA SUEDE SINTETIS UNTUK PRODUK TEKSTIL (Studi Kasus Kain Microsuede)

Oleh   TRIE RACHMAWATI OCTORINA (NIM 17204003)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Pembimbing: Dian Widiawati, S.Sn. M.Sn., dan Alberta Haryudant, S.Sn. MA.
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FSRD - Ilmu Seni Rupa dan Desain
Fakultas : Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)
Subjek :
Kata Kunci : kria tekstil, Microsuede
Sumber :
Staf Input/Edit : Vika Anastasya Kovariansi  
File : 7 file
Tanggal Input : 2009-03-17 18:44:17

Generic placeholder image
2008 TA PP TRIE RACHMAWATI OCTORISA 1-COVER.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2008 TA PP TRIE RACHMAWATI OCTORISA 1-BAB 1.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2008 TA PP TRIE RACHMAWATI OCTORISA 1-BAB 2.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2008 TA PP TRIE RACHMAWATI OCTORISA 1-BAB 3.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2008 TA PP TRIE RACHMAWATI OCTORISA 1-BAB 4.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2008 TA PP TRIE RACHMAWATI OCTORISA 1-BAB 5.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2008 TA PP TRIE RACHMAWATI OCTORISA 1-PUSTAKA.pdf
File tidak tersedia


Microsuede merupakan salah satu jenis suede sintetis yang dapat ditemukan di pasaran dan diaplikasikan dalam fashion maupun dekorasi interior. Karakteristik dari material ini adalah permukaannya yang berbulu halus menyerupai kulit suede asli. Efek bulu tersebut diperoleh dari proses penggarukan (napping) pada permukaan Microsuede. Umumnya, Microsuede yang dijual baik sebagai bahan mentah maupun produk memiliki tampilan yang polos atau tidak bermotif. Untuk itu, pengolahan Microsuede dengan menerapkan motif pada permukaannya dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat memberi nilai tambah pada material tersebut.Adapun motif yang digunakan adalah ragam hias batik yaitu ragam hias yang khas terdapat pada kain batik. Ragam hias batik terdiri atas hiasan-hiasan yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk suatu kesatuan rancangan yang berpola. Motif yang dipergunakan antara lain parang, kawung dan ukel-ukel sebagai studi kasus. Motif-motif tersebut diterapkan pada Microsuede dengan menggunakan teknik rintang dan teknik sablon. Adapun teknik pendukungnya adalah teknik bordir dan teknik bakar. Dari hasil penerapan ragam hias batik pada Microsuede, teknik rintang dan teknik sablon dapat membentuk motif dengan baik, sedangkan teknik bordir dan teknik bakar memberikan tekstur pada permukaannya.

Cari