digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini mengeksplorasi transformasi fungsi trotoar menjadi ruang multifungsi dan konsekuensinya terhadap walkability (kemampuan berjalan kaki) di Kawasan Balubur Town Square (Baltos), Bandung. Dengan paradigma new mobilities yang menempatkan pergerakan sebagai praktik sosial-politik antara relasi manusia dengan infrastruktur, penelitian ini menganalisis dinamika walkability pada trotoar Balubur Town Square (Baltos), Bandung, dengan fokus pada kontestasi ruang. Kawasan Balubur Town Square (Baltos) merupakan salah satu kawasan di Kota Bandung yang menjadi titik multi aktivitas karena lokasinya yang strategis, berdekatan dengan Jalan Layang Pasupati dan kawasan padat penduduk. Metode yang digunakan bersifat kualitatif: observasi, wawancara semi-terstruktur dengan aktor kunci, serta analisis performatif dengan staging mobilities dipadukan pandangan material semiotika yang menggambarkan bagaimana interaksi manusia dengan objek di sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun trotoar secara formal dirancang sebagai koridor pejalan, secara empiris trotoar tersebut mengalami pergeseran fungsi menjadi ruang ekonomi melalui proses yang dilakukan secara rutin dan terorganisir. Proses ini memproduksi ketidaksetaraan mobilitas (subjek differently mobile) dan melemahkan keadilan prosedural bagi kelompok rentan. Analisis dengan kerangka staging mobilities memperlihatkan dikotomi antara staging from above (desain infrastruktur, kebijakan) dengan staging from below (interaksi sosial dan aktivitas informal). Pembacaan dengan analisis material semiotika memperjelas bahwa keduanya berinteraksi dan saling mempengaruhi dalam membentuk aktivitas yang kini dominan di kawasan Baltos. Temuan menegaskan perlunya kombinasi intervensi desain material strategis dan mekanisme partisipatif untuk merestorasi fungsi trotoar sebagai ruang publik yang adil dan inklusif.