BAB 1 Defitta Zahratun Nisa
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Defitta Zahratun Nisa
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Defitta Zahratun Nisa
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Defitta Zahratun Nisa
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Defitta Zahratun Nisa
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Defitta Zahratun Nisa
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Defitta Zahratun Nisa
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Batubara merupakan salah satu sumber energi fosil yang memiliki peran strategis dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional, khususnya di sektor pembangkit listrik dan industri. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, dengan objek kajian berupa batubara dari Formasi Balikpapan, Cekungan Kutai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik batubara pada Seam B, Seam D, dan Seam F melalui analisis variasi vertikal parameter kualitas, serta menganalisis hubungan antara nilai kalori (gross calorific value) dengan parameter kualitas batubara yang meliputi fixed carbon, volatile matter, ash content, dan inherent moisture menggunakan metode regresi linear sederhana. Analisis dilakukan terhadap 24 sampel batubara dengan basis air dried basis (adb). Hasil penelitian menunjukkan bahwa batubara pada ketiga seam memiliki kandungan abu berkisar antara 1,06%–7,95%, volatile matter 36,06%–42,78%, fixed carbon 35,41%–41,20%, gross calorific value 4.872–5.557 kcal/kg, dan inherent moisture 15%–24%, seluruhnya dalam basis adb. Variasi vertikal pada ketiga seam menunjukkan fluktuasi kualitas yang tidak seragam sepanjang ketebalan seam. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa volatile matter merupakan parameter yang paling dominan memengaruhi nilai kalori pada Seam B (R² = 0,7916) dan Seam D (R² = 0,9175), sedangkan pada Seam F parameter fixed carbon menjadi yang paling dominan (R² = 0,7224). Secara keseluruhan, inherent moisture secara konsisten menunjukkan korelasi paling lemah terhadap nilai kalori pada ketiga seam.
Perpustakaan Digital ITB