digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini mengkaji perubahan pasang surut, angin, arus, dan turbiditas di perairan Pulau Pramuka serta hubungan di antaranya selama musim timur 2025. Data diperoleh dari pengamatan pada 13–18 Juli 2025 dan disusun dalam interval 30 menit. Hubungan antarparameter dianalisis menggunakan korelasi silang setelah penerapan rata-rata bergerak (moving average) dua jam pada kedua deret data. Hasilnya dibandingkan dengan data tanpa penghalusan dan dengan hasil pada empat siklus pasut. Elevasi pasut dan arus memperlihatkan pola yang berulang selama pengamatan. Hubungan keduanya paling jelas pada komponen arus utara–selatan, dengan koefisien korelasi ?0,741 pada lag +0,5 jam. Korelasi tersebut tetap negatif pada keempat siklus pasut. Sebaliknya, turbiditas umumnya rendah dan hanya sesekali meningkat tajam, dengan nilai tertinggi 36,35 NTU. Tujuh dari sepuluh kejadian turbiditas tinggi mencapai puncak saat muka air menurun. Korelasi elevasi dengan turbiditas mencapai 0,403 pada lag +5 jam. Turbiditas juga berkorelasi dengan komponen arus timur–barat dan utara–selatan, tetapi kekuatan hubungannya berbeda pada setiap siklus. Pada rentang lag yang dianalisis, korelasi turbiditas dengan kedua komponen arus lebih besar secara absolut daripada dengan besar kecepatan arus. Hubungan angin dengan arus dan turbiditas relatif lemah. Selama pengamatan, pola arus lebih berkaitan dengan pasut daripada dengan angin, sedangkan kenaikan turbiditas tidak selalu mengikuti pola pasut yang berulang. Hasil ini menunjukkan bahwa perubahan arah arus perlu diperhatikan dalam menjelaskan pola turbiditas. Namun, data yang tersedia belum cukup untuk menentukan sumber partikel dan penyebab kenaikan turbiditas.