Penelitian ini mengkaji perubahan pasang surut, angin, arus, dan turbiditas di
perairan Pulau Pramuka serta hubungan di antaranya selama musim timur 2025.
Data diperoleh dari pengamatan pada 13–18 Juli 2025 dan disusun dalam interval
30 menit. Hubungan antarparameter dianalisis menggunakan korelasi silang setelah
penerapan rata-rata bergerak (moving average) dua jam pada kedua deret data.
Hasilnya dibandingkan dengan data tanpa penghalusan dan dengan hasil pada
empat siklus pasut.
Elevasi pasut dan arus memperlihatkan pola yang berulang selama pengamatan.
Hubungan keduanya paling jelas pada komponen arus utara–selatan, dengan
koefisien korelasi ?0,741 pada lag +0,5 jam. Korelasi tersebut tetap negatif pada
keempat siklus pasut. Sebaliknya, turbiditas umumnya rendah dan hanya sesekali
meningkat tajam, dengan nilai tertinggi 36,35 NTU. Tujuh dari sepuluh kejadian
turbiditas tinggi mencapai puncak saat muka air menurun. Korelasi elevasi dengan
turbiditas mencapai 0,403 pada lag +5 jam. Turbiditas juga berkorelasi dengan
komponen arus timur–barat dan utara–selatan, tetapi kekuatan hubungannya
berbeda pada setiap siklus. Pada rentang lag yang dianalisis, korelasi turbiditas
dengan kedua komponen arus lebih besar secara absolut daripada dengan besar
kecepatan arus. Hubungan angin dengan arus dan turbiditas relatif lemah. Selama
pengamatan, pola arus lebih berkaitan dengan pasut daripada dengan angin,
sedangkan kenaikan turbiditas tidak selalu mengikuti pola pasut yang berulang.
Hasil ini menunjukkan bahwa perubahan arah arus perlu diperhatikan dalam
menjelaskan pola turbiditas. Namun, data yang tersedia belum cukup untuk
menentukan sumber partikel dan penyebab kenaikan turbiditas.
Perpustakaan Digital ITB