Ketersediaan data curah hujan spasial yang akurat sangat penting di wilayah Benua
Maritim Indonesia yang memiliki karakteristik topografi dan iklim yang kompleks.
Meskipun berbagai produk estimasi curah hujan berbasis grid telah tersedia, hasil
evaluasi pada penelitian terdahulu masih menunjukkan temuan yang beragam
akibat perbedaan wilayah kajian, skala temporal, dan periode analisis. Penelitian ini
bertujuan mengevaluasi performa lima dataset curah hujan, yaitu CHIRPS, MSWEP,
GSMaP NRT, IMERG Early, dan IMERG Late, terhadap data observasi permukaan
BMKG selama periode 2001-2020.
Evaluasi dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan variasi
temporal (harian dan bulanan), distribusi spasial berdasarkan karakteristik orografis,
serta kategori intensitas presipitasi. Analisis mencakup penilaian performa pada
berbagai skala waktu, pengaruh topografi terhadap akurasi estimasi curah hujan,
serta kemampuan masing-masing dataset dalam mendeteksi kejadian hujan dengan
intensitas yang berbeda.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakteristik performa antara
skala waktu harian dan bulanan. Pada skala bulanan, seluruh dataset menunjukkan
tren peningkatan akurasi yang ditandai dengan penurunan nilai error, yang diduga
berkaitan dengan peningkatan teknologi sensor satelit pada masa transisi dari
TRMM ke GPM sekitar tahun 2014-2015. Sebaliknya, pada skala harian seluruh
dataset memperlihatkan tren penurunan performa, terutama selama periode
peralihan monsun. Analisis spasial mengungkap adanya bias topografi, di mana
seluruh produk satelit secara konsisten mengestimasi curah hujan lebih rendah
(underestimate) pada wilayah berelevasi tinggi. Kemampuan deteksi juga menurun
pada hujan lebat (? 20 mm/hari), yang ditunjukkan oleh nilai Probability of
Detection (POD) kurang dari 0,30 dan False Alarm Ratio (FAR) lebih dari 0,65.
Secara keseluruhan, tidak terdapat satu dataset yang unggul pada seluruh kondisi
evaluasi. MSWEP dan CHIRPS direkomendasikan untuk kajian klimatologi
bulanan jangka panjang, sedangkan penggunaan produk Near Real Time tanpa
kalibrasi menggunakan data observasi permukaan tidak direkomendasikan untuk
operasional harian maupun sistem peringatan dini hujan.
Perpustakaan Digital ITB